Budi Murdika: RUU Omnibus Law Sanagat Menyesatkan Para Buruh - Bidik Nusantara

Rabu, 26 Februari 2020

Budi Murdika: RUU Omnibus Law Sanagat Menyesatkan Para Buruh

KOTA BOGOR - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Bogor melaksanakan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (26/02/20).

Ketua DPC SPN Kota Bogor, Budi Murdika mengatakan, aksi demo tersebut untuk menolak RUU Omnibus Law dan Penegakan Supremasi Hukum Ketenagakerjaan.

"RUU Omnibus Law sanagat menyesatkan para buruh, upah pekerja dihitung perjam, pekerja dikontrak seuumur hidup, dan tidak ada perlindungan hukum untuk para pekerja (red-buruh) oleh karena itu kita menolak RUU Omnibuus Law," kata Budi saat orasi.

Dirinya menganggap RUU tersebut akan menyengsarakan para pekerja dan lebih parah dari yang sebelumnya.

Selain hilangnya upah minimun, pesangon dan outsorcing seumur hidup serta karyawan kontrak seuumur hidup. Waktu kerja juga eksploitatif.

"Tenaga kerja asli minim skill atau buruh kasar, berpotensi masuk ke-Indonesia. Dan, jaminan sosial hilang dengan adanya outsourching seumur hidup," jelas Budi.

Tentunya, kata dia, dengan karyawan kontrak seuumur hidup, PHK sudah pasti dipermudah. Dan yang paling parah adalah hilangnya sanksi pidana unuk pemilik usaha diganti dengan sanksi administratip," ungkap Budi mengakhiri orasinya.(GN)
Comments


EmoticonEmoticon