-->

SMK Metland Tambah Fasilitas, Mengukuhkan Berstandar Internasional

Bidik Nusantara
Tuesday, 21 January 2020, 04:07 WIB Last Updated 2020-01-21T02:17:41Z
BOGOR - SMK Metland meresmikan sarana kelas belajar jarak jauh yaitu, kelas belajar bersama siswa sekolah vokasi ASEAN (SEAMEO), Senin (20/01/20).

Dalam peresmian tersebut turut hadir diantaranya, M.Bakrun (Direktur SMK Kemendikbud RI), Dewi Sartika (Ka Disdik Jabar) dan Gatot Priowirjanto (koordinanor 7 SEAMES Centre Indonesia).

Selain itu, pada kesempatan tersebut juga ada sarana lain yang turut diresmikan yaitu Tea & Coffee Studio, sarana lab untuk barista dan beberapa sarana lainnya yang menunjang peningkatan kompetensi kewirausahaan siswa SMK Metland dalam bidang kuliner, pariwisata dan industri creatif lainnya.

Untuk menjadikan SMK yang terpercaya dalam pengembangan sistem pembelajaran dibidang pariwisata khususnya perhotelan dan kuliner, SMK Metland mendapatkan dukungan dari pihak SEAMEO Centre Indonesia untuk menyelenggarakan kelas internasional bidang pariwisata dengan standar ASEAN. Program ini dirancang khusus oleh Gatot Prowirjanto selaku koordinator 7 SEAMEO Centre Indonesia, Direktorat SMK dan SMK Metland.

Pimpinan Yayasan Pendidikan Metland, Wahyu Sulistio mengharapkan, pembangunan sarana prasarana dan bertambahnya kelengkapan fasilitas belajar bagi siswa SMK akan berdampak kearah yang lebih baik kualitas output dan outcome dari para lulusan SMK Metland.

Sehingga, kata dia, para lulusannya dapat bekerja dibelahan dunia manapun karena memiliki kompetensi dengan standar global.

karena itu,Yayasan Pendidikan Metland akan sangat mengapresiasi dan siap membuka tangan dan membuka hati kepada pihak pemangku pendidikan untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam pengembangan pendidikan generasi muda dari tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional, terutama pendidikan vokasional.

"Kami mendukung program pemerintah dalam menciptakan SDM ditahun 2030.Untuk itu kita harus mulai sejak saat ini," tuturnya.

Lanjut Wahyu menjelaskan, saat ini jaringan kemitraan dengan sekolah vokasi setingkat SMK, College, Politeknik baik didalam maupun diluar negeri terus dikembangkan.

Supaya, kata dia, para peserta didik dan guru mampu berinteraksi serta mengembangkan kompetensi profesinya dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa inggris bagi guru dan siswa.

"Salah satu upaya yang kami lakukan adalah dengan menerapkan long distance learning system," pungkas Wahyu Sulistio. (Din)
Komentar

Tampilkan

Terkini