-->

Iwan Kusmawan: Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Direncanakan Terselebung

Bidik Nusantara
Monday, 27 January 2020, 14:47 WIB Last Updated 2020-01-27T10:43:50Z
BOGOR - Gonjang ganjing terkait issu Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja telah menimbulkan respon dan reaksi yang sangat negatif dari kalangan Serikat Pekerja atau Serikat Buruh diseluruh Indonesia. Pasalnya, dari awal issu tersebut bergulir banyak pihak yang cuci tangan, seolah belum ada draft dan DPR belum menerima draft dan berbagai sanggahan lainnya.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Jaringan Informasi dan Advokasi (JIA) Iwan Kusmawan,SH melalui Pers Release, yang diterima redaksi, Senin (27/1/2020).

Menurutnya, disisi yang lain para Serikat Pekerja atau Serikat Buruh justru telah mendapatkan beberapa draft yang beredar dan terus mempelajari sekalipun Kemenko pernah mengundang para pimpinan Konfederasi maupun Federasi, justru informasinya semakin tidak sinkron seperti yang terjadi dilapangan.

"Ini membuktikan bahwa Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja direncanakan secara terselebung dan oafa, akhirnya menimbulkan reaksi keras penolakan, ditambah desakan waktu yang diberikan kepada DPR harus selesai dalam waktu dekat," ujar Iwan Kusmawan.

Ia menilai bahwa rencana yang digagas pemerintah terlalu mendesak dan tidak transparan dengan rencana yang diharapakan terkait Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. "Sehingga respon maupun reaksi penolakan itu wajar dan seharusnya di tolak," imbuhnya.

Iwan mengatakan, sebaiknya pemerintah menggunakan sarana hubungan industrial melalui lembaga tripartit baik Pusat, Propinsi dan Kabupaten maupun Kota termasuk yang serikat pekerja atau serikat buruh yang diluar tripartit juga diberikan saran komunikasi. 

"Akan lebih baik lagi kalau lembaga pemerhati ketenagakerjaan juga turut dilibatkan untuk melakukan kajian, selama transparansi tidak dilakukan maka penolakan akan semakin tajam dan kemungkinan yang terjadi menimbulkan korban," pungjas Iwan Kusmawan. (Red)
Komentar

Tampilkan

Terkini