-->

Ini Penyebab Ambruknya Rumah di Pulo Geulis

Bidik Nusantara
Tuesday, 28 January 2020, 19:35 WIB Last Updated 2020-01-28T12:40:42Z
KOTA BOGOR - Akibat atap rusak parah, salah satu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kampung Pulo Geulis RT 01/RW 04 Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor Jawa Barat, ambruk.

Meskipun tidak ada korban pada peristiwa tersebut, namun 5 orang anggota keluarga serta pemilik rumah mengalami luka-luka dan harus di larikan ke-Rumah Sakit.

Ida Diniati, salah satu anak dari pemilik rumah menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 01.15 WIB dini hari. Ia mendengar seperti pasir yang berjatuhan ke bawah, tidak lama kemudian baru terdengar suara ambruk yang keras. Saat itu anggota keluarga yang berjumlah 12 orang dari 4 Kepala Keluarga ini sedang tertidur pulas.

"Ada 5 anggota keluarga kami, termasuk bayi menjadi korban, mengalami luka di kaki, lengan dan kepala memar karena tertimpa reruntuhan atap dan langsung dibawa ke-Rumah Sakit," tuturnya.

Saat dikonfirmasi Lurah Babakan Pasar, Rena Defina mengaku bahwa rumah tersebut masuk daftar Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan sudah diajukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, pada tahun 2019 untuk mendapatkan bantuan, namun hingga kini bantuan tersebut tak kunjung turun.

"Rumah ini sudah terdaftar dalam program RLTH di Kelurahan kami, cuman mungkin belum sempat terealisasi udah keburu rubuh," kata Rena Defina saat ditemui wartawan di Kantornya.

Atas kejadian tersebut, Ia mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi yang lain, termasuk Camat untuk pengajuan Bantuan Tidak Tertuga ( BTT ) melalui jalur Kemas.

"Pelaporan tertulis sudah kita laporkan kepada semua pihak, termasuk camat yang mengintruksikan untuk diajukan BTT diurus melalui Kemas. Sesuai kesepakatan warga, kami dengan sigap berinisiatif mengalokasikan bantuan berupa material senilai Rp 9,2 juta sebagai dana talangan terlebih dahulu, dan tahun ini akan kita bangunkan setelah ada pencairan bagi keluarga tersebut," tutur Rena.

Terpisah, Elly Rusmiyati selaku ketua RT setempat membenarkan hal itu, bahwa setiap tahun pihaknya mengajukan RTLH kepada Pemerintah Kota Bogor melalui Kelurahan dan Kecamatan.

"Iya betul, setiap tahun kami mengajukan RTLH dan yg menentukan Pemkot Bogor, kami pengurus sudah mengusulkan tapi yang menilainya Pemkot juga. "Kalau sudah ada team survei dan menilai nya dan tidak di acc kami jg sebagai pengurus tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya.

Ia menyebutkan, salah satu kendala untuk pengajuan yakni adanya data pengajuan yang ganda yang diajukan dari pihak lain.

"Jadi kendala suka doble data pengajuan, dari tim sukses dewan yang diwilayah tanpa koordinasi, ambil data lalu diajukan ke Pemkot. Padahal dari pihak RT juga sama mengajukan, kendalanya saat ada tim survei," ungkap Elly.

Sementara itu, Hamzah selaku ketua RW 04 juga menyampaikan, bahwa rumah ini sudah sejak puluhan tahun belum di renovasi atau perbaikan dari pihak pemiliknya.

"Kita selamatkan jiwa dari keluarganya, termasuk dari pihak Puskesmas. Alhamdulillah bantuan dari pihak Dinsos sudah datang berupa kasur dan peralatan rumah yang lainnya, ditambah juga dari pihak Kelurahan Babakan Pasar memberikan bantuan material bangunan senilai 9,2 juta," pungkas Ketua RW yang membawahi 2640 jiwa dari 5 RT di Kelurahan Babakan Pasar. (Sally)
Komentar

Tampilkan

Terkini