Elvindo Ucapkan Permohonan Maaf dan Tidak akan Gunakan Nama Veda dalam Produknya - Bidik Nusantara

Jumat, 17 Januari 2020

Elvindo Ucapkan Permohonan Maaf dan Tidak akan Gunakan Nama Veda dalam Produknya

JAKARTA - Management Electric Vehicle Indonesia (ELVINDO) menerima kunjungan dan melakukan pertemuan bersama Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) dan perwakilan DPR RI Komisi VI. Bertempat di Showroom Elvindo, Pantai Indah Kapuk Kompleks Elang Laut Boulevard M2 N0 5-6 Jakarta Utara, Kamis (16/1/20).

Pertemuan tersebut, merupakan tindak lanjut dari layangan protes yang dilakukan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) kepada Elvindo terkait penggunaan nama Veda sebagai nama produk komersil.

Ketua Presidium Pimpinan Pusat KMHDI Kadek Andre Nuaba, S.Kom. M.Sos. mengatakan, KMHDI berpandangan ini sebagai bentuk fungsi controlling system KMHDI dalam bidang dharma agama.

Paling tidak, kata dia, permasalahan ini bisa memberi edukasi bagi masyarakat ke-depanya untuk lebih berhati-hati dalam mengutip sesuatu hal.

"KMHDI juga sudah menerima pengakuan salah/keliru dari pihak Elvindo, karena sejatinya musyawarahlah jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah," katanya.

Menurutnya, alasan utama KMHDI bicara langsung dengan pihak Elvindo agar tidak sampai terjadi konflik horizontal yang lebih besar," imbuh Andre.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan DPR RI Komisi VI I Nyoman Parta, SH mengapresiasi apa bila pihak Elvindo menggunakan tokoh pewayangan dari Hindu sebagai nama produknya.

"Saya apresiasi kalau pakai tokoh-tokoh pewayangan Hindu. Tapi kalau menggunakan kata veda itu yang menjadi pemicu protes kalangan maryarakat Hindu, jadi untuk penamaan dengan kata Veda harus diganti dan segera agar konflik ini tidak berkelanjutan," harapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Elvindo Hengky Wijaya menuturkan, ELVINDO tidak akan menggunakan nama "Veda" atau "Weda" sebagai nama produknya tersebut.

"Kami sampaikan ELVINDO tidak akan menggunakan nama "Veda" atau "Weda" pada kendaraan kami. Kami akui dan kami juga meminta maaf, hal ini terjadi dikarenakan kelalaian kami dalam rencana penamaan produk, yang tujuan awalnya adalah untuk memperkenalkan kebudayaan-kebudayaan di Indonesia, namun ternyata kelalaian ini menimbulkan polemik di masyarakat," tulis pihak Elvindo dalam pernyataan resmi, (16/1/20).

Selain itu, ELVINDO juga mungucapkan terima kasih atas masukan-masukan yang diberikan dan memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dikarenakan hal ini.

"ELVINDO mengucapkan terima kasih mendalam, atas masukan, waktu dan perhatian yang diberikan oleh perwakilan DPR RI Komisi VI Bapak I Nyoman Parta, SH., Ketua Presidium Pimpinan pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Bapak I Kadek Andre Nuaba, S.Kom. M.Sos. beserta jajaran pengurus. Semoga tanggapan dari ELVINDO ini, dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia, dan umat hindu di Indonesia, dan pihak-pihak terkait," tuturnya.

Hengky menjelaskan, Elvindo menerima masukan-masukan dari pertemuan tersebut, untuk tidak menggunakan nama veda dan weda. "Elvindo, berharap pertemuan dengan KMHDI dan Bapak I nyoman Parta yang telah menemukan kesepakatan ini, dapat menyejukkan masyarakat Indonesia," harapnya. (Agus)


Sumber: ELVINDO
Comments


EmoticonEmoticon