-->

Bersama Komunitas Motor Trail Adventure, Dewan Pembina FPII Korwil Kota Bogor Kirim Bantuan Bencana

Bidik Nusantara
Monday, 6 January 2020, 01:14 WIB Last Updated 2020-01-06T07:10:41Z

KAB. BOGOR - Bencana banjir dan longsor diwilayah Barat Kabupaten Bogor pada hari Rabu (1/1/2020) mengakibatkan sejumlah ruas jalan menuju pemukiman penduduk terputus, salah satunya yang menuju Kampung Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Hal tersebut berdampak pada tersendatnya distribusi bantuan kemanusiaan dari para relawan untuk korban bencana diwilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak itu.

Sehingga, kata Iwan, bantuan tersebut menumpuk di posko-posko penanggulangan bencana. 

"Mohon bantuan teman-teman untuk menyampaikan kepada pihak tetkait, bahwa banyak desa yang terisolir dan warga yang menjadi korban bencana belum mendapatkan bantuan," kata Dewan Pembina Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Korwil Kota Bogor Iwan Darmawan,SE saat mendistribusikan bantuan di Kp. Cileuksa, Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2020).

Ia menjelaskan, logistik nampak menumpuk disemua posko karena sulit didistribusikan akibat akses jalan terisolir.

"Agar bantuan logistik sampai ke titik lokasi bencana, Ia bersama ratusan anggota Trail Kompak Bar Ber (KBR) serta ratusan anggota club motor trail se-Jabodetabek lainnya berusaha menembus lautan lumpur dengan menggunakan motor Cross, karena belum ada satupun relawan yang bisa menembus Desa Cileuksa mengingat akses jalan utama masih tertutup longsor," ungkapnya.

Menurutnya, Ini adalah hari kelima, dimana masyarakat untuk bisa bertahan hidup. Menurut informasi dari warga, belum ada satupun relawan yang bisa menembus Desa Cileuksa.

"Oleh karena itu, kami berusaha menembus lautan lumpur bersama teman teman club motor adventure cross untuk menyampaikan logistik yang kira-kira dibutuhkan oleh masyarakat," tutur Iwan Darmawan.

Area tersebut, kata Iwan, benar-sulit untuk dilalui. "Jangankan kendaraan roda empat, jalan kaki pun sudah sangat susah. Motor yang melewati area ini pun terpaksa harus di gotong karena mengingat jalan ini masih di penuhi lautan lumpur," pungkasnya. (Ib/Red)
Komentar

Tampilkan

Terkini