-->

Turnamen Silat Padjajaran Cup Open 2019 di Tutup Wakapolresta Bogor

Bidik Nusantara
Saturday, 21 December 2019, 09:44 WIB Last Updated 2019-12-21T02:45:15Z

KOTA BOGOR - Wakapolresta Bogor AKBP DR. M.Arsal Sahban, SH, S.IK., MM, MH secara resmi menutup Turnamen Silat Padjajaran Cup Open 2019 memperebutkan Piala Kapolresta Bogor.

Pada kesempatan itu, ucapkan terimakasih kepada semua kontingen dan para pesilat yang sudah mengikuti Turnamen Silat Padjajaran Cup 2019, yang tetap menjunjung tinggi sportifitas dalam rangka melestarikan budaya sendiri.

"Kita sering melihat dimedia-media bagaimana budaya asli bangsa Indonesia diakui oleh dunia termasuk UNESCO, salah satunya adalah seni bela diri Pencak Silat yang dari sekian banyak ragam seni budaya serta senantiasa harus dijaga dan kembangkan," tutur Wakapolresta dalam sambutan di Ballroom IPB International Convention Center ( ICC ) Botani Square Kota Bogor, Jum'at (20/12/19).


Dalam turnamen yang diikuti sebanyak 1.345 pesilat dari Jawa Barat, Banten dan Jaw Tengah itu, AKBP M.Arsal menekankan bahwa, selain menjaga dan melestarikan warisan seni budaya para leluhur, sudah tentu harus dibarengi dengan prestasi supaya tradisi budaya daerah ini tetap menjadi aset budaya nasional.

"Saya berharap kegiatan seperti akan menjadi agenda rutin setiap tahun, terbukti dari apresiasi para peserta yang mendaftar," tegasnya.

Hingga, sambungnya, ribuan pesrta ada yang tidak bisa ikut dalam turnamen tersebut. "Semoga di turnamen selanjutnya bisa mengikuti, yang terpenting tetap semangat dalam menjaga warisan budaya asli Indonesia," harap salah satu pendiri peeguruan pencak silat Merpati Putih Halilintar Jakarta itu.

Sementara itu, Peraih Juara Umum 1 dari Tapak Suci, R.Elsye Aisyah mengaku bangga dan terharu dirinya meraih predikat sebagai juara umum dalam Turnamen tersebut.


"Saya berharap kegiatan seperti akan semakin lebih baik lagi, lebih berprestasi dan untuk para generasi muda terus untuk melestarikan seni beladiri pencak silat. Selain itu saya meminta kepada pihak Dinas pendidikan untuk memasukkan Pencak silat kedalam kurikulum bukan hanya sebatas ekstrakurikuler," harapnya. (Sally)
Komentar

Tampilkan

Terkini