-->

Sindikat Perdagangan Orang Berkedok Kawin Kontrak di Ciduk Polisi

Bidik Nusantara
Tuesday, 24 December 2019, 10:44 WIB Last Updated 2019-12-24T03:47:11Z
KAB.BOGOR - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) empat orang tersangka yang berperan sebagai sindikat perdagangan orang dengan modus kawin kontrak di kawasan Puncak ditangkap Polres Bogor, Senin (23/12/19).

Empat orang tersangka yang berperan sebagai mucikari itu antaralain ON alias Mami E, IM alias Mami R, BS dan K," ujar Kasatreskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi.

Menurutnya, keempat mucikari itu memperdagangkan orang sebagai perbuatan tindak pidana kepada pelancong mancanegara khususnya wisatawan asal Timur Tengah. "Mereka wanita muda menjadi korbannya antaralain Y,H,W,SN,IA dan MR," imbuhnya.

Polisi, kata Benny mengamankan BB dua unit mobil, belasan telepon seluler, uang tunai Rp 7 juta. "Mereka para tersangka memiliki peran berbeda beda, ada berperan sebagi sopir, petugas P3N atau Amil dan yang menawarkan wanita melalui whatsApp," jelasnya.

Menurut Benny, kawasan Puncak Bogor ini menyimpan sejuta pesona, keindahan alamnya membuat kawasan pegunungan dengan suasana panorama dan suhu dingin serta rindangnya perkebunan teh dengan pemandanagn indah pada malam hari, banyak faktor hasrat tadi kerap jadi kunjungan wisatawan lokal maupun wisman manca megara.

Pengungkapan kawin kontrak bukan rahasia umum lagi di puncak, ini sudah lama terjadi bahkan menjamur, kasus ini mendapat apersiasi dari Bupati Bogor Ade Yasin, forkopinda Kabupaten Bogor, dalam memberantas prostitusi kedok kawin kontrak.

Upaya kepolisian membongkar perdagangan manusia dengan kedok prostitusi kawin kontrak salah satu cara pencegahan angka krominalitas di kawasan Puncak Bogor yang dikenal sangat dingin pada malam hari," tuturnya.

(GN)
Komentar

Tampilkan

Terkini