-->

Selain untuk Menunjang Ekonomi, Lembur Hejo Diharapkan Menjadi Tempat Edukasi dan Wisata

Bidik Nusantara
Saturday, 21 December 2019, 23:57 WIB Last Updated 2019-12-22T13:12:16Z
KAB.BOGOR - Melaui Pertanian Hidroponik, warga Pabuaran Hilir RT 03/05 Desa Sukatani, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, berencana membuat salah satu destinasi wisata dan edukasi.

Founder sekligus penanggung jawab Tanaman Hidroponik Lembur Hejo Kampung KB Madani, Debbi Juliansiah mengatakan, Pertanian Hidroponik Lembur Hejo sengaja diciptakan. Selain menghasilkan sayuran sehat tanpa bahan kimia, lokasi tersebut juga rencananya akan dijadikan sebagai bahan edukasi dan destinasi wisata.

"Kami memiliki konsep kedepan bersama pemuda disini mejadikan Lembur Hejo ini selain untuk menunjang ekonomi juga berkeinginan menjadikan salah satu destinasi wisata dan edukasi desa," kata Debbi kepada wartawan usai melaksanakan panen perdana tanaman hidroponik, Sabtu (21/12/2019).

Debbi menjelaskan, Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. "Kebutuhan air pada tanaman hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada tanaman yang mengunakan tanah," jelasnya.

Selain itu, sambung Debbi, proses pembibitannya pun cukup mudah, seperti halnya tanaman pakcoy dan selada, dengan masa 7 hari penyemaian kemudian menjadi kecambah dengan proses pembesaran mecapai waktu sekitar 25 hari hingga 30 sudah bisa dipanen.

Menurutnya, untuk pengembangan kedepan, warga akan diberi pendidikan semacam pelatihan agar setiap rumah bisa memiliki kebun hidroponik sendiri. "Kita akan memberikan pelatihan kepada warga, agar selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari diharapkan bisa menunjang perekonomian," harapnya.

Sekretaris BPD Desa Sukatani, Yulianti mengatakan, prospek tersebut sangat bagus, BPD dan Desa Sukatani akan terus memberikan perhatian khusus agar bisa memberikan pelatihan kepada warga khususnya para pemuda.

"Untuk pengembangan, tahun depan kita akan ekspansi di lokasi lain yang tidak jauh dari kampung sini, kita bersyukur Pemerintahan Desa Sukatani mendukung penuh usaha sayuran Hidroponik ini sebagai bentuk kemandirian warganya. Dan pihak desa akan membantu pengembangan pemasaran melalui DD TA 2020 sekitar Rp 50 juta ," ungkapnya. (GN)

Komentar

Tampilkan

Terkini