-->

Puluhan Pemuka Agama dan Ormas Deklarasikan Bogor Adem

Bidik Nusantara
Monday, 9 December 2019, 21:40 WIB Last Updated 2019-12-10T06:45:32Z

KOTA BOGOR - Puluhan Pemuka agama Lembaga Islam dan organisasi kemasyarakatan menggelar dialog serta silaturahmi yang di motori oleh Pengurus Cabang Nahdatul Ulama ( PCNU ) Kota Bogor, di Majlis Ponpes Al - Ghozali Jalan Dr.Semeru Kecamatan Bogor Tengah, Senin (09/12/19).

Turmudi Hudri selaku inisiator dari Dialog dan silaturahmi mengatakan, bahwa kegiatan hari ini merupakan silaturahmi dari beberapa teman - teman ormas dan lembaga yang terkumpul kurang lebih 80 ormas

"Tujuan dilaksanakan silaturahmi ini adalah desakan dari teman-teman guna menolak gerakan intolerant atau ujaran kebencian, dimana kita sama sama malam ini sekaligus mendeklarasikan Bogor Adem atau Bogor Damai dalam artian nyaman damai sejuk tidak ada konflik, isu politik," kata Hudri yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris MUI Kota Bogor.

Hudri menekankan, isu politik boleh berkembang namun jangan malah menjadi disintegrasi bangsa. "Terlepas ada atau tidak adanya kaitan dengan kejadian di Solo Wallahu'alam. Apapun gerakan yang mereka lakukan dengan tujuan ingin merusak atau rusuh denga aksi demo yang menyebabkan disintergrasi bangsa akan kita lawan sama-sama, jangan pernah diberi kesempatan," tegasnya.

Ia berencana kedepan kegiatan ini salah satu bentuk pergerakan dari dirinya yang akan melakukan kegiatan Bogor Bershalawat pada Jum'at depan yang akan dilaksanakan di Masjid Raya.

"Jum'at depan kami akan melaksakan bogor bersahalawat di Masjid Raya Bogor tepatnya pada 13 Desember yang akan dipimpin langsung oleh KH.Toto. Karena saya lihat kondisi Kota Bogor saat ini masih terbilang cukup aman, damai dalam keberagaman dan sangat toleran," jelasnya.

Sekjen PCNU Kota Bogor itu juga mengatakan, selain aktif menjadi ketua Basolia dengan membawahi enam agama namun tetap satu kesatuan.

"Kami di bogor juga mempunyai grup bogor bersama. Alhamdulilah sebenarnya sudah kompak hanya saja masih ada virus-virus di bawah ini yang anti NKRI, suka dengan kekerasan seperti misalnya gerakan Isis, bahkan yang sangat kami khawatirkan gerakan Khalifah, sangat berbahaya karena bisa membunuh bangsa. Antisipasi yang kami lakukan saat ini kita terus konsolidasi dengan stake holder Bogor dengan semua ormas dan lembaga apapun karena kami satu kesatuan," pungkas Turmudi.(Sally)
Komentar

Tampilkan

Terkini