-->

Para Pedagang di Nyi Raja Permas di Data Ulang

Bidik Nusantara
Friday, 20 December 2019, 14:25 WIB Last Updated 2019-12-20T09:07:37Z

KOTA BOGOR - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bogor kembali melakukan pendataan ulang untuk memvalidasikan  ratusan pedagang yang ada di jalan Nyi Raja Permas, Rabu (18/12/2019).

Para pedagang yang didata merupakan PKL yang direlokasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor dari Jalan Dewi Sartika ke Jalan Nyi Raja Permas.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Annas S Rasmana mengatakan, jumlah PKL di sepanjang Jalan Dewi Sartika yang berjualan di bahu jalan sebanyak 240 pedagang dan di trotoar sebanyak 188 pedagang.

"Ketika tahap awal kami membebaskan pedagang yang ada dibahu Jalan Dewi Sartika, kita relokasi ke Nyi Raja Permas. Dalam perjalanan tiga bulan ternyata pedagang di Nyi Raja Mas banyak yang mengeluh karena sepi da kios menjadi kosong," ujar Annas kepada media.

Jika kios tidak diisi, Annas melanjutkan, berarti penjual berjualan dilokasi lain. Maka dari itu, pihak Dinas Koperasi dan UMKM yang dibantu Satpol PP melakukan penyegelan.

"Pertama kami segel dapat 150 kios, kedua 140 kios dan ketiga 117 kios
dan ke empat kita lakukan konfirmasi kembali kepada pedagang untuk kami segel kembali," jelasnya.

Dengan demikian lanjut Anas, pihaknya sudah sepakat dengan pedagang trotoar di Jalan Dewi Sartika untuk bisa menempati lahan kosong yang di tinggalkan oleh pedagang Nyi Raja Permas yang sudah disegel dengan jumlah 73 pedagang.

"Karena 75 pedagang sudah kita relokasi ke Pasar Merdeka, 30 ke Pasar Devris dan 12 pedagang kembang ke Sukasari. Jadi yang kita urus sekarang ini adalah dari 117 kios, dan 44 kios kita kembalikan kepada pedagang lama, barangkali waktu penyegelan ada yang tutup, serta sisa nya 73 kios untuk mengakomodir sisa pedagang trotoar ke Nyi Raja Permas," katanya.

Saat kita lakukan penyegelan tadi, Anas menerangkan ada pedagang yang keberatan, tapi kalau jumlahnya tidak lebih dari 10 kios dari 240 kios.

Anas mengatakan Jika pedagang ada yang tidak kebagaian kios, itu tidak masalah karena pedagang bisa di relokasi ke Pasar Devris, Pasar Merdeka dan Pasar Warung Jambu.

"Jika pedagang mau kios yang lebih bagus bisa menunggu pembangunan blok F, dan Pasar Sukasari selesai, nanti mereka akan kita beri kartu data menunggu. Tapi kalau ingin cepat berdagang, pedagang bisa berjualan di PT. Javana dan PT. Propindo di Pasar Kebon Kembang," pungkasnya. (MTH)

Komentar

Tampilkan

Terkini