Ormas BBRP Minta Penanganan Serius Terkait Geng Motor - Bidik Nusantara

Senin, 02 Desember 2019

Ormas BBRP Minta Penanganan Serius Terkait Geng Motor

KOTA BOGOR - Berawal dari kejadian pembacokan yang menimpa dua orang warga di wilayah Kecamatan Tanah Sareal beberapa pekan yang lalu, Ormas Barisan Benteng Raya Padjajaran (BBRP) datangi Balaikota Bogor minta penanganan serius terkait geng Motor.

Hal itu disampaikan Ketua umum DPP BBRP Atma Wirya ketika melakukan aksi damai meminta kepada Pemerintah Kota Bogor untuk turut serta dalam penanganan dan memperhatikan persoalan tersebut, Senin (02/12/19).

Ia menjelaskan, bahwa wilayah Bogor khususnya sudah mulai tidak aman dengan keberadaan geng motor. Menurut Atma, sudah sekian kali peristiwa menimpa warga hingga mengalami luka terkena bacokan senjata tajam (sajam), dan yang terakhir ini dua orang warga yaitu bapak dan anaknya dibacok oleh geng motor.

"Ini sudah sangat meresahkan dan kami meminta perhatian yang serius dari pihak Pemerintah Kota Bogor, ormas BBRP siap dilibatkan oleh Muspida dalam melakukan pengamanan wilayah ataupun patroli rutin," jelasnya.

Atma meminta kepada pihak terkait segera menangkap pelaku pembacokan tersebut. "Peristiwa yang menimpa warga jangan dibiarkan begitu saja, pelakunya harus ditindak tegas karena Kota Bogor sekarang ini sangat rawan dan banyak warga biasa menjadi korban," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ia meminta kepada pihak kepolisian untuk mengaktifkan kembali patroli rutin dan menyisir wilayah wilayah rawan dengan geng motor. "Kota Bogor sebenarnya masuk dalam kategori rawan geng motor, jadi harus digerakan pengamanannya oleh pihak Kepolisian. Jangan kalau sudah ada korban jiwa, baru ddilakukan patroli, justru harus dilakukan sedini mungkin dalam meminimalisir serta penanganan yang serius," tegas Ketua DPP BBRP itu didampingi Sekjen Angga Satria dan Ketua DPC Kota Bogor Umar Dani.

Sementara itu, Wakil Walikota Dedie A Rachim mengatakan, terkait kasus yang menimpa dua orang warga dan termasuk dari anggota BBRP itu sudah dalam penanganan pihak kepolisian Polresta Bogor Kota. "Mari kita serahkan seluruh proses kepada pihak kepolisian dan sesuai prosedur yang dijalankan," katanya

Ia menhimbau kepada seluruh anggota BBRP untuk tetap bisa menahan diri dengan menunggu penanganan dan penyelidikan yang dilakukan pihak Kepolisian. "Kita harus tunggu penanganan dari pihak polisi dan juga mengajak kepada semuanya untuk tetap menjaga keamanan lingkungan," pinta Dedie.

Reporter: Sally
Editor : Gandi G
Comments


EmoticonEmoticon