-->

Mentan: Fungsi Tanah Merupakan Sumber Kehidupan

Bidik Nusantara
Thursday, 5 December 2019, 19:32 WIB Last Updated 2019-12-06T09:51:18Z

KOTA BOGOR - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat bersama-sama memperlakukan tanah dengan baik untuk masa depan Indonesia. 

Hal itu disampaikan Mentan ketika menghadiri sekaligus membuka peringatan Hari Tanah Sedunia atau World Soil Day (WSD) di Auditorium Sadikin Sumintawikarta Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Cimanggu, Kota Bogor, Kamis (05/12/19).

Menurutnya, fungsi tanah merupakan sumber kehidupan, maka manusia perlu baik pada tanah agar mampu mengembalikan kebaikan pada manusia. 

"Kesewenangan pada tanah, akan menghukum kita. Perlakukan tanah secara arif, jangan merusak atau alih fungsi habitat. Kalau itu terjadi, alam akan menghukum kita baik secara langsung ataupun tidak," tegasnya.

Mentan mengatakan, tiga serangkai alam penopang kehidupan manusia, seperti tanah, air, Iklim khususnya pertanian untuk menghasilkan pangan, sandang bahkan papan. "Karena itu, mari sama-sama kita jaga dan perlakukan dengan baik," imbuh Mentan.

Ia menjelaskan, bahwa peringatan Hari Tanah Sedunia ini diinisiasi oleh FAO pada tahun 2013. Namun kenyataannya tanah sudah dieksploitasi dan dimanfaatkan manusia salah satunya untuk pertanian, bahkan dibutuhkan manusia sejak awal kehidupan.

"Begitu hebatnya hubungan tanah dan manusia, sebagai sumber kehidupan. Tanah berperan dalam produk biomassa, menyimpan dan merubah hara air, sumber daya hayati, habitat dan plasma nutfah. Bahkan menjadi lingkungan fisik dan aktivitas manusia yang berbudaya,  termasuk arkeologi dan geologi. Kita harus bersyukur atas anugerah ini," paparnya. 

Dirinya mencontohkan lahan gambut yang salah dikelola, akan mendatangkan kebencanaan baru, yaitu kebakaran hutan. Lahan gambut harus difungsikan dengan baik. Karena itu, pemetaan penting untuk bisa menyesuaikan fungsinya (lahan gambut).

"Saya mengajak Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk membimbing dari segi kajian agar lebih tepat, mari sesuaikan ekosistem dengan analisa yang tepat dan kelitbangan yang kuat," ungkap Syahrul Yasin Limpo.

Ia menambahkan, hal itu dilakukan agar tidak menghasilkan sesuatu yang tidak merusak ekosistem, melainkan yang bermanfaat bagi manusia. "Pemetaan yang dilakukan harus menjadi pedoman khususnya dalam pemanfaatan gambut, jangan keluar dari analisa," pungkasnya.(Sally)
Komentar

Tampilkan

Terkini