Ketua Divisi Kajian FPII Korwil Kota Bogor: Produsen Perhatikan Produk Mereka yang Berdampak Cemari Lingkungan - Bidik Nusantara

Jumat, 29 November 2019

Ketua Divisi Kajian FPII Korwil Kota Bogor: Produsen Perhatikan Produk Mereka yang Berdampak Cemari Lingkungan

KAB.BOGOR - Belakangan ini banyak orang bergantung dengan produk yang terbuat dari plastik dan bahan yang sulit terurai (hancur) secara alamiah, sedangkan volume penggunaannya terus meningkat.

Ketua Divisi Kajian Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Korwil Kota Bogor Setwil Jawa Barat, Rd. Mursid mengatakan, seharusnya pihak produsen memperhatikan produk-produk mereka yang berdampak mencemari lingkungan.

"Seharusnya pihak produsen jangan bisanya hanya mempoduksi saja, tapi dihilirnya pun perlu diperhatikan. Bagai mana mengatasi pencemaran lingkungan dari hasil produk mereka," ungkap Mursid di kediamannya sambil menujukan pot cantik hasil kreatifitasnya yang terbuat pampers. Jum'at, (29/11).

Mursid menjelaskan, limbah apabila di olah bisa menjadi sesuatu yang bernilai, bahkan menjadi menjadi pundi-pundi rupiah. Salah satunya pot bunga yang terbuat dari popok bayi.

Selain pempers, Ia juga mendaur ulang dari berbagai macam limbah, seperti kain bekas, karpet, styro foam, sampah organik dan plastik.

"Untuk bahan plastik sendiri kita bikin paving block, dari gel pempers setelah kita panaskan bisa cetak menjadi bata ekspos atau batako, sementara untuk sampah organik, diolah menjadi pupuk kompos," tutur Mursid, yang juga Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Daerah Aliran Sungai (Jampedas).

Pada kesempatan itu, Mursid menekankan kepada para produsen yang produknya berdampak terhadap lingkungan membina komunitas-komunitas yang memberdayakan produknya.

"Seharusnya pihak produsen bisa membina para komunitas atau kelompok yang memberdayakan poduk mereka. Jangan cuma memikirkan hasil dari produksinya saja, tapi dampak dari produk tersebut di hilirnya tidak di pikirkan, harus bisa mengurangi pencemaran lingkungan, seperti tadi adanya pampers di olah menjadi pot, bata ekspos dan batako," pungkasnya.(Red/FPII Korwil Kota Bogor)
Comments


EmoticonEmoticon