Tak Punya Sarana dan Prasana Perguruan Pencak Silat Minta di Perhatikan

Tak Punya Sarana dan Prasana Perguruan Pencak Silat Minta di Perhatikan

Bidik Nusantara
Rabu, 02 Oktober 2019

KOTA BOGOR -- Dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila Perguruan Pencak Silat Padjadjaran secara langsung mendeklarasikan diri sebagai Perguruan pemersatu bangsa, yang dilaksanakan di Taman Ekspresi, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (01/10/19).

Acara yang di dominasi pelaja SD dan SMP itu, dimerihkan dengan pertunjukan atraksi dari ke 7 Perguruan Pencak Silat di Kota Bogor diantaranya, Perguruan Tadjimalela, Padjadjaran Cimande, Satria Muda Indonesia, Padjadjaran Indonesia, PGB Bangau Putih, Tapak Suci, tergabung dalam IPSI Kota Bogor dengan di hadiri oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan serta Dispora Kota Bogor.

Ketua panitia Putra Sungkawa menuturkan, Hari Kesaktian Pancasila yang selalu diperingati pada tanggal 1 Oktober, kali ini dikemas dalam tajuk "Keragaman Budaya" Dengan menggelar pagelaran Seni dan Budaya beladiri pencak silat.

Kerena menurutnya, seni pencak silat adalah ciri dari kebangsaan, budaya bela diri ini harus terus dikembangkan, dijaga dan dilestarikan dengan baik. Terutama kepada generasi muda, mulai dari tingkat SD ditanamkan kecintaan kepada pencak silat yang merupakan seni beladiri asli Indonesia.

"Hari Kesaktian Pancasila, adalah sebagai wujud upaya pemantapan tentang penanaman dasar dan idiologi pancasila kepada generasi muda. Selain dari pada wujud pengembangan dan pemeliharaan kekayaan seni dan budaya pencak silat," tuturnya.

Ia berharap, pemerintah Kota Bogor bisa mengalokasikan dana yang pantas, supaya perjuangan para praktisi bisa lebih lancar. "Dalam hal ini kami butuh anggaran, sebab saat ini saja pencak silat di kota bogor tidak memiliki sarana dan prasarana," ujarnya.

Salah satu tokoh pesilat Indonesia dan sekaligus guru besar dari perguruan pencak silat padjadjaran itu menjelaskan, bahwa pencak silat itu patut menjadi acuan atau sarana pendidikan generasi muda. "Supaya lebih memahami sebenarnya Pancasila, dengan kata dasar yang sama antara pancasila dan pencak silat maka patut di jadikan acuan," imbuhnya.

Kepala Disparbud Kota Bogor Shahlan Rasyidi mengatakan, dirinya sangat bangga dan mengapresiasi akan terselengaranya acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan pegelaran pencak silat dalam keragaman budaya.

"Semoga anak-anak lebih tertarik dengan kebudayaan pencak silat, karena salah satu warisan budaya, dan jangan sampai kebudayaan ini diakui lagi oleh negara lain, padahal pencak silat berasal dari Indonesia," tegasnya.(Den/Gan)