Guru se-Kabupaten Cianjur Berdeklarasi dan Nyatakan Menolak Aksi Melibatkan Pelajar - Bidik Nusantara

Rabu, 16 Oktober 2019

Guru se-Kabupaten Cianjur Berdeklarasi dan Nyatakan Menolak Aksi Melibatkan Pelajar


CIANJUR - Dandim 0608/Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Andhani mengatakan bahwa situasi di Cianjur saat ini masih kondusif.

Ia berharap peran para guru kepada seluruh anak didiknya lebih di tingkatkan. "Karena terciptanya suatu wilayah yang aman dan kondusif bukan karena Dandim dan Kapolres saja. Melainkan berkat kerjasama dengan semua pihak. 

Hal itu disampaikan Dandim ketika bersilaturahmi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur bersama kepala SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Cianjur, Rabu (16/10/2019). 

Dandim menjelaskan, kegiatan tersebut digelar guna mencegah para pelajar di Cianjur ikut unjuk rasa.

Selain itu, Dandim juga menyinggung para pelajar Cianjur yang hendak ikut unjuk rasa ke Jakarta pada jam sekolah. Maka dari itu, Ia berharap para guru dapat berperan aktif dalam menciptakan kondusifitas.

"Saya yakin para guru sudah faham bagaimana agar anak didiknya terawasi dan tidak ada waktu luang keluar pada jam pelajaran sekolah," tuturnya.

Bahkan, kata Dandim zaman sekarang masyarakat yang memiliki Handphone bertambah dua kali lipat. 

Maka dari itu, Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam bermedsos.

"hati-hati dalam bermedsos karena bayak yang terjebak dengan hal tersebut, kalau dulu ada istilah mulutmu adalah harimaumu dan istilah sekarang jarimu adalah harimaumu," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, banyak pelajar yang terjurumus ke narkoba. Ia pun menyinggung penangkapan 10 orang bandar narkoba yang ternyata menjual barang haram tersebut ke para pelajar.

"Dengan kejadian tersebut agar para guru dapat mengawasi anak didiknya. Bahaya narkoba sangat berpengaruh kepada sifat dan prilaku, dan saat ini para pelajar sudah berani nongkrong sambil merokok. Untuk itu diharapkan kepada para guru harus rewel agar para siswa mempunyai rasa segan," ujarnya.

Kapolres berharap, guru harus berperan dalam mengawasi anak didiknya agar semua siswa tidak ikut-ikutan berunjuk rasa. "Para siswa cepat terpengaruh dengan ajakan ajakan yang akhirnya akan merugikan pribadinya dan orang tua," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MKKS SMK Kabupaten Cianjur, Dr Agam Supriatna mengungkapkan kegiatan silaturahmi Forkopimda ini baru pertama kali dilaksanakan.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi hikmah dan berkah. "Baru kali ini acara silaturahmi dengan Forkopimda Kabupaten Cianjur dilaksanakan. Mudah-mudahan dalam pertemuan ini menjadikan hikmah dan barokah," harapnya.

Agam menhelaskan bahwa telah terjadi pergerakan demokrasi di Indonesia. Bahkan, menurutnya, rasa nasionalisme para generasi muda semakin tinggi.

"Telah terjadi pergerakan demokrasi di negara kita. Saat ini anak-anak ataupun generasi muda semakin tinggi rasa nasionalisnya dan ini menjadi tanggung jawab kita semua," ujarnya.

Asda III Kabupaten Cianjur, Budi Rahayu menambahkan, pelajar SMA dan SMK sudah muncul kesadaran berpolitik dibenaknya karena telah menjadi pemilih pemula di Pilkada maupun Pilpres.

"Saya berharap kepada masing-masing sekolah untuk menjaga dan mengawasi anak muridnya. Diharapkan dalam kegiatan belajar mengajar agar lebih ektra supaya siswa dan siswi tidak ada waktu luang untuk melakukan hal-hal di luar sekolah," harapnya.

Di akhir acara, seluruh guru se-Kabupaten Cianjur berdeklarasi dan menyatakan, menolak aksi demo yang melibatkan para pelajar, mendukung proses politik yang aman dan kondusif dan meneriakan NKRI harga mati sambil mengepalkan tangan.(*)


Sumber: Pendim 0608
Comments