Tanpa Papan Proyek, Warga Sebut Pembangunan TPT Di Sungai Cibuluh Proyek Siluman - Bidik Nusantara

Rabu, 04 September 2019

Tanpa Papan Proyek, Warga Sebut Pembangunan TPT Di Sungai Cibuluh Proyek Siluman

BOGOR - Proyek Pembagunan tembok penahan tanah (TPT) dibantaran sungai Cibuluh, Jalan Raya Pomad Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor dipertanyakan warga.

Pasalnya, proyek yang berbatasan antara RT 01/09, Kelurahan Ciparigi Kota Bogor dan Cimandala RT 01/01 Desa Cimandala, Kabupaten Bogor atau tepatnya didekat jembatan Pomad sampai saat ini papan proyek belum terpasang. Padahal, menurut warga setempat pembangunan TPT itu sudah berjalan hampir 1 bulan.

"Sesuai aturan, seharunya saat mulai dikerjakan sudah dipasang plang papan nama proyek agar masyarakat mengetahui jumlah anggaran dan ikut mengawasi," ujar Kumis, salah satu warga setempat kepada wartawan, Selasa (3/9/19).

Ia memaparkan, plang informasi proyek itu bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan. Dimana keterbukaan atau transparansi ini dimulai sejak tender atau lelang proyek dilakukan termasuk tender proyek yang dilakukan di badan publik.

"Kewajiban memasang plang papan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012, regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik/Non Fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek. Papan nama tersebut di antaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek," paparnya.
Senada dengan Kumis, Iwan salah seorang warga Cimandala, Kecamatan Sukaraja menyebutkan, dengan tidak terpasangnya plang papan nama proyek tersebut bukan hanya bertentang dengan perpres. Tetapi juga tidak sesusai dengan semangat transparansi yang dituangkan pemerintah dalam Undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik.

"Pada pasal 25 Perpres diatur mengenai pengumuman rencana pengadaan barang dan jasa pemerintah, melalui website, portal LPSE, papan pengumuman resmi, dan sebagainya. Ini semakin memperkuat apa yang juga diatur dalam UU nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik," ujarnya.

Meski demikian kata dia, pihaknya tidak menghalangi adanya pengerjaa proyek pembangunan tersebut. Hanya saja warga minta pelaksana harus ada koordinasi dengan penduduk setempat.

"Bukan seenaknya saja, apalagi tidak jelas papan kegiatannya, seperti proyek siluman. Padahal sudah hampir satu bulan proses pekerjaannya dilaksanakan," sambungnya.

Ditemui secara terpisah, Saminudin selaku bagian keamanan membenarkan bahwa selama proyek pekerjaan berlangsung hingga saat ini, papan proyek belum dipasang.

"Kami hanya mengawasi para pekerjanya saja. Soal papan proyek kami tidak tahu, untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan ke Pak Jamrudin selaku pimpinan proyek," singkatnya.

Sementara, saat dikonfirmasi melalui Whats App mesenggernya, Jamrudin tidak memberikan tanggapan apapun. (IB/GN/WA)
Comments


EmoticonEmoticon