FPII Sulteng Kecam Oknum Aparat Melakukan Kekerasan di Palu

FPII Sulteng Kecam Oknum Aparat Melakukan Kekerasan di Palu

Bidik Nusantara
Kamis, 26 September 2019

SULTENG - Aksi Demonstrasi Mahasiswa Palu, Sulawesi Tengah, rabu siang (25/9) diwarnai tindakan kekerasan terhadap wartawan TVRI Sulteng Rian Suparman oleh oknum aparat kepolisian setempat.
Terkait itu, Ketua Setwil Forum Pers 

Independent Indonesia (FPII) Sulawesi Tengah, Irfan Denny Pontoh mengecam keras atas adanya prilaku kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.

Irfan mengatakan, siapa saja yang melakukan kekerasan dan atau menghalang-halangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputannya, maka si pelaku tersebut dapat dikenakan ancaman hukuman selama 2 tahun penjara dan dapat dikenakan denda paling banyak sebesar Rp 500 juta rupiah.

"Dalam ketentuan pidana pasal 18 UU Pers, tersurat bahwa setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan 3 terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dengan pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah, begitulah ketentuan pidana yang diatur dlm undang-undang pers," ucap irfan saat ditemui dikediamannya di Palu, Rabu malam, (25/9).

Irfan menegaskan, dalam pasal 4 undang-undang pers menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Oleh karena itu, dengan adanya kasus perampasan dan penghapusan rekaman video milik wartawan TVRi tersebut, maka FPII akan mengambil sikap untuk mengirimkan nota protes kepada pimpinan Polri di daerah tersebut.

"Prinsipnya peristiwa perampasan peralatan liputan, dan penghapusan rekaman video milik wartawan merupakan tindakan kekerasan terhadap pers yang sifatnya serius dan melanggar ketentuan UU Pers. Karenanya atas peristiwa tersebut, kami akan mengirimkan nota protes dan meminta pelakunya untuk ditindak," tegas Irfan.

Ia berharap, agar kasus tersebut menjadi pelajaran untuk pihak yang lain ketika berhadapan dengan media dan wartawan yang sedang melakukan peliputan, agar tidak melakukan tindakan-tindakan represif yang rentan terhadap pelanggaran ketentuan UU Pers.

Sumber : FPII Setwil Sulteng