Tungku Buatan Abah Heri Atasi Masalah Sampah

Tungku Buatan Abah Heri Atasi Masalah Sampah

Bidik Nusantara
Senin, 30 September 2019

BOGOR – Berawal dari keprihatinan melihat banyaknya tumpukan sampah rumah tangga yang tidak dapat terangkut oleh petugas kebersihan dan untuk mengurangi volume sampah di TPA Galuga, Heri Rahmawanto berinisiatif membuat tungku pembakar sampah.

"Dari situ saya hanya berpikir bagaimana sampah-sampah ini bisa habis dimusnahkan. Salah satunya dengan cara dibakar," ungkap pria yang akrab disapa Abah Heri Ortega saat ditemui di kediamannya, dikawasan Perumahan Pondok Kradenan Asri, Jumat (27/9/19).

Ia menuturkan, tungku tersebut dibuat permanen berbahan plat eiser dengan ukuran hingga cerobong asap setinggi 3,5 meter dengan diameter 60 x 60 sentimeter. Satu unit tungku mampu membakar sebanyak satu ton sampah organik kurang lebih selama satu sampai tiga jam, tergantung kondisi sampah.

"Ini bisa membakar 1 ton sampah selama 1 sampai 3 jam. Tergantung kondisi sampah, kalau sampah kering cuma satu jam, hasil pembakarannya mencapai 25 kilogram dan dapat dijadikan pupuk organik," jelas Heri yang juga salah seorang ASN di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Menurutnya, sejauh ini sudah puluhan unit tungku yang ia buat dan digunakan oleh masyarakat, diantaranya tiga unit ia sumbangkan untuk 3 RW di wilayah Caringin Kabupaten Bogor dan beberapa unit di Tanah Baru Kota Bogor, bahkan tungku ini sudah digunakan di beberapa wilayah Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

"Penggunaannya sangat praktis dan tidak perlu lahan yang luas. Bahkan bisa di pindah-pindah, seperti saat ada kegiatan kerja bakti, tungku ini saya bawa ke lokasi kerja bakti untuk membakar sampah yang sudah dikumpulkan," ungkapnya.

Heri berkeinginan hasil karyanya itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang lebih luas, khususnya diwilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Untuk itu, dirinya mengharapkan adanya ukuran pemerintah daerah untuk memfasilitasi dirinya dengan kalangan akademisi, guna melakukan kajian terhadap tungku karyanya tersebut.

"Pak Wali Kota (Bima Arya, Red.) sudah meninjau langsung dan saya diminta untuk mempresentasikannya tapi harus disertai hasil kajian. Saya sih berharap Pak Wali bisa memfasilitasi saya dengan kalangan akademisi untuk melakukan kajian," tutup Heri. (red)