LBH Palangka Raya Mengutuk Keras Adanya Tindakan Seksual Terhadap Mahasiswa

LBH Palangka Raya Mengutuk Keras Adanya Tindakan Seksual Terhadap Mahasiswa

Bidik Nusantara
Rabu, 28 Agustus 2019

PALANGKA RAYA - Setelah ramai pemberitaan mengenai adanya dugaan tindakan pungutan liar (pungli) oleh salah satu oknum Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya, kini tersiar kembali adanya dugaan tindakan pelecehan seksual terhadap mahasiswi Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Kasus terkait dengan dugaan adanya pelecehan ini sudah di laporkan ke pihak Kepolisian pada awal bulan Agustus 2019, namun di nilai sangat lamban perkembangannya sehingga pada tanggal 27 Agustus 2019, ketiga korban melaporkan kasus ini ke Damang Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya," hal itu disampaikan Aryo Nugroho Waluyo, S.H, Kepala Project Base LBH Palangka Raya melaui pres rilis kepada wartawan, Rabu (28/08/19).

Menurut Aryo, baru setelah ramai pemberitaan ini kepublik pihak kepolisian menetapkan oknum dosen tersebut sebagai tersangka, sedangkan dari internal Universitas Palangka Raya sendiri telah menonjobkan dosen yang bersangkutan.

"Tindakan dugaan adanya pelecehan seksual yang di alami oleh pihak mahasiswa ini harus di tangani sangat serius oleh pihak kepolisian mengingat dampaknya akan berpengaruh kepada kondisi psikologi korban dan keluarga. Pihak kepolisian harus memberikan pendampingan psikologi untuk saksi dan korban untuk mempermudah jalannya proses penegakan hukum. Pihak Universitas Palangka Raya juga harus menjamin perlindungan terhadap saksi dan korban dalam mendapatkan pelayanan akademik," tuturnya.

Ia juga berharap, insan pers tidak memberitakan tindakan pelecehan yang di alami korban serta tidak menampilkan nama korban walaupun dalam bentuk insial untuk menjaga privasi.

"Kepada insan media pers kami juga berharap terkait dugaan kasus pelecehan seksual ini tidak memberitakan tindakan pelecehan yang di alami korban serta tidak menampilkan nama korban walaupun dalam bentuk insial untuk menjaga privasi korban," pintanya.

Berdasarkan hal-hal tersebut LBH Palangka Raya menyatakan sikap :

1.Mengutuk tindakan oknum dosen Universitas Palangka Raya yang melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap mahasiswanya.
2.Mendesak pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah untuk memproses tersangka pelecehan seksual dengan profesional dan memberikan pendampingan secara psikologi terhadap korban pelecehan.
3.Mendorong pihak Universitas Palangka Raya untuk memberikan sanksi tegas bagi oknum Dosen yang telah terbukti melakukan tindakan pelecehan. Pihak Universitas Palangka Raya juga harus memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap korban.
4.Menghimbau kepada insan media pers untuk tidak memberitakan kasus ini dengan tidak menyebutkan tindakan pelecehan dan nama korban walaupun dalam bentuk inisial.

Reporter : Anang

Sumber : LBH Palangka Raya