Lakukan Pungli di Jalan Dishub Tangsel Ancam Pecat Pegawai

Lakukan Pungli di Jalan Dishub Tangsel Ancam Pecat Pegawai

Bidik Nusantara
Kamis, 01 Agustus 2019

TANGSEL - Oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan mencoba melakukan pungutan liar (Pungli) kepada pengemudi truk tanki air dengan dalih "Uang Koordinasi".

Nampaknya, peraturan Presiden Nomor 46 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungli belum dijalankan sepenuhnya oleh jajaran ASN di daerah, termasuk pungutan liar terhadap supir-supir angkutan barang yang meresahkan masyarakat dan menyebabkan kenaikan harga komoditas.


Rabu, (31/07/19) sekitar pukul 09.00 WIB, kuli tinta mencoba menelusuri hal tersebut. Ternyata, beberapa oknum petugas Dishub mencoba melakukan Pungli di wilayah Pospol Pamulang (Simpang Gaplek) arah Ciputat.

Pengemudi truk tangki air, yang merupakan warga Bogor Dedi mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika dirinya hendak mengirim air daerah Ciputat Tangsel.

"Ketika saya mau mengirim air ke daerah Ciputat Tangsel, tiba-tiba di simpang gaplek Pamulang di stop paksa oleh oknum petugas Dishub berinisial AN. Bersama teman-temannya memeriksa surat-surat kendaraan berupa buku kir dan STNK yang masih berlaku," kata Dedi.

Dedi menjelaskan, usai memeriksa, oknum AN mengajak supir untuk masuk ke Pospol Pamulang membicarakan perihal "uang koordinasi" atau biasa disebut "uang lintas" sebesar Rp 100.000 per truk bagi yang hendak masuk ke wilayah Kota Tangerang Selatan.

"Saya baru jalan, jadi gak pegang uang, terus buku kir ditahan sama dia (oknum Dishub berinitial AN-red), saya bilang nanti saya balik lagi setelah ngirim air," jelasnya.

Menurut Dedi, tindakan seperti itu sudah berlangsung lama. "Tindakan pungli seperti itu sudah sering kali dilakukan dan berlangsung lama," imbuhnya.

Sementara, oknum AN saat ditemui langsung di Pospol Pamulang mengatakan, ia mengakui memegang buku kir untuk ditukar dengan uang "koordinasi" dari supir Dedi. "Maksud saya dengan uang koordinasi itu, truk-truk yang masuk kesini supaya bisa kita bantu kalau ada masalah," ucap AN yang mengaku berstatus ASN di Dishub Kota Tangsel.

AN tidak membantah bahwa perbuatan tersebut merupakan tindak pidana, masuk dalam kategori pungli dan perampasan dokumen kendaraan. "Ya memang itu ga benar juga sih, silahkan aja kalau mau dilaporkan," imbuhnya dengan nada enteng sambil menyerahkan buku kir yang dipegangnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan melalui Kasi Pengendalian dan Operasional Lalu Lintas, Budi Jatmiko membenarkan bahwa oknum AN merupakan anggotanya.

"Terimaksih atas informasinya mas, saya memang menunggu laporan laporan seperti ini, saya tindak tegas kalau perlu saya pecat oknum seperti itu, mengenai masalah ini akan saya panggil dulu yang bersangkutan untuk Pulbaket dan akan kami koordinasikan dengan pimpinan untuk mengambil langkah selanjutnya", tegas Budi Jatmiko.

Budi juga menghimbau kepada para sopir angkutan yang memasuki wilayah Tangsel, ketika terkena pungli oknum petugas Dishub, untuk segera melaporkannya kepada Dishub Tangsel Bidang Keselamatan, Pengawasan dan Pengendalian Operasional Lalu Lintas di Jalan Raya Taman Tekno, Komplek Perkantoran Trakindo, BSD.

Menanggapi kasus tersebut, Sekjen Gerakan Nasional Nusantara Bersih (GNNB) Drs. H. Bustanul Daham, M.Si mendesak Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub untuk turun tangan menindak tegas oknum-oknum petugas Dishub Tangsel yang terindikasi melakukan pungli.

"Walikota Tangsel Airin Diany harus ikut memberikan perhatian, jangan sampai Peraturan Presiden Jokowi tentang pemberantasan Pungli diabaikan begitu saja. Bayangkan berapa ratus truk yang melintas Tangsel mungkin ribuan dikalikan Rp 100 ribu per truk, itu angka pungli yang fantastis. Harus ditindak, tidak bisa dibiarkan," pungkasnya.(Nan/red)