Inilah Himbauan PLN Bangkinang Kepada Masyarakat

Inilah Himbauan PLN Bangkinang Kepada Masyarakat

Bidik Nusantara
Rabu, 14 Agustus 2019

KAMPAR - PT PLN Prsero Unit layanan Pelanggan (ULP) Bangkinang menghimbou masyarakat yang mendirikan umbul-umbul ataupun reklame dan spanduk tidak berdekatan dengan jaringan listrik.

"Kami menghimbau kepada masyakarat atau instansi yang berada di Kabupaten Kampar melalui Dinas- dinas terkait, dimana adanya mendirikan umbul – umbul ataupun reklame dan spanduk yang berdekatan dengan jaringan PLN, kami mohon setidaknya memperhatikan tingkat keamanan," jelas Aswendi Pejabat Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Keamanan lingkungan (K3L) Bangkinang wartawan. Selasa, ( 13/08/19).

Ia menjelaskan, masyarakat ataupun instasi mengenai pemasangan umbul-umbul dan lain sebagainya itu,setidaknya sesuai dengan peraturan yang diterapkan oleh pemerintah melalui PT PLN. Yaitu dengan berjarak lebih kurang dua setengah meter dari posisi kiri kanan, serta dihindari dari pemasangan jaringan saluran tegangan menengah.

"Himbauan ini memang dari pusat, dan itu sudah menyeluruh kepada seluruh PLN nusantara ini, agar kita sama-sama memperhatikan, serta mewaspadai cara titik pemasangan umbul-umbul, reklame, antena TV, sekaligus spanduk dalam rangka tertentu yang dilakukan Pemerintah Daerah maupun masyarakat.

Pada intinya dalam hal ini, mari kita sama- sama menjaga supaya potensi bahaya tersebut bisa kita hindari dengan melakukan pemasangan, dan memperhatikan jarak-jarak tertentu disisi jaringan PLN yang ada," tuturnya.

Marilah kita sama-sama membudayakan keselamatan, kesehatan kerja, dan keamanan lingkungan disisi jaringan PLN. Baik itu dari prilaku- prilaku kita, tindakan kita, sehingga kita bisa terhindar dari potensi bahaya yang sudah di kategorikan sesuai dengan kondisi dilapangan yang telah ditentukan.

Mudah-mudahan kita semua lapisan masyarakat maupun instansi yang terkait, agar sama-sama mensupport serta mendukung, dan sama -sama memperhatikan hal-hal yang menjadi ketentuan oleh pihak PLN, melalui dasar hukum yang ada. Sehingga tidak ada terjadinya kecelakaan atau insiden yang membahayakan bagi kalangan masyarakat," harap Aswendi. (Rizki)