Faisal Abdullah Membuka Kegiatan Diklat Pemberdayaan Pemuda

Faisal Abdullah Membuka Kegiatan Diklat Pemberdayaan Pemuda

Bidik Nusantara
Rabu, 21 Agustus 2019

MANADO - Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah membuka kegiatan Diklat Pemberdayaan Pemuda, kegiatan digagas oleh Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga NASIONAL (PP-PON) Ini meurpakan kali kedua PP-PON menggelar kegiatan setelah sebelumnya di Malang pada tahun yang sama. Rabu (21/9/19)

Diklat kegiatan Pemberdayaan Pemuda ini dikuti 150 perserta akan berlangsung selama 3 hari kedepan dimulai dari tanggal 21 – 23 Agustus 2019 dan bertempat di Hotel Aryaduta Manado. Sulawesi Utara. Rencananya kegiatan ini akan digelar kembali tepatnya pada bulan Oktober 2019 nanti. 

Didampingi Pejabat dan Staf lainnya Plt. Kepala Pusat PP-PON Suprapto menyampaikan laporannya terkait kegiatan tersebut kepada Deputi, dan disaksikan tamu undangan dan  peserta kegiatan. Kegiatan yang mengambil tema "Membangkitkan Kewirausahaan Pemuda untuk Memajukan Potensi Ekonomi Daerah" ini diharapkan mampu mendoronng dan menciptakan wirausahawan baru dari para pemuda. 

"Ada perubahan prilaku bagaimana cara orang menikmati setiap informasi di era kini, salah satunya juga ada pada bagaimana wirausahawan harus memiliki sikap konsisten dan berani berinovasi untuk menciptakan sebuah prodak yang bisa dan memiliki daya tarik untuk selanjutnya bisa memiliki nilai dijual kita bisa memulainya dengan cara mudah seprti dengan menggunakan perangkat media Hp, " Ucap Faisal dalam sambutan pembukaan acara tersebut.

Turut hadir dalam pada kegiatan tersebut diantaranya Plt. Kepala Pusat PP-PON Suprapto berserta Jajaran dan Staf, Serta narasumber dari Kadispora Provinsi Sulawesi Utara Marlon Mersyil Sendoh, Direktur Akses Perbankan,, Bekraf Yuke Sri Rahayu, Akademisi  Universitas Samratulangi Mando Max Rembang, Kabid SDM dan Restrukturasi Usaha Dinas UKM Prov. Sulut, Viktor A.I Palar, Guru Besar Universitas Samratulangi Manado Winda M. Mingkid, Pengusaha Sambal Ikan Roa Fredriek I Lumante, Founder and Ceo Sanzzy Boom Riyan Adham Saputra Angka Wijaya. 

Pada kegiatan ini peserta akan di bekali 9 bahan materi kegiatan yang disampaikan oleh para narasumber yang kompeten dibidangnya. Plt. PP-PPON Suparpto mengatakan bahwa kegiatan yang gelar ini merukan momen bagus, dimana pringkat indeks kewirausahaan dunia bahwa posisi Indonesia ada di peringkat 90 dan di Indonesia sendiri pertumbuhan indeks pertumbuhan kewirausahaan ada pada kisaran 3%  jauh dibawah rata-rata negara Asean lainnya yang sudah mencapai diangkat 4% seperti Malaysia, Brunei, Singapura, dan lainnya. 

"Kita beraharap banyak sekali akan  lahir wirausaha-wirausaha muda terbaik, sehingga persentase itu akan memberi pengaruh pada kenaikan angka persentase dari yang sudah ada, paling tidak bisa mengejar ketertinggalan dari negara Asean, tentunya masih jauh jika harus mengejar Jepang yang sudah mencapai di angka 11% dan Amerika 12% indeks pertumbuhan kewirausahaannya, dan ketertinggalan ini merupakan bagian tanggungjawab bersama dan untuk itulah kita (PPPON-red) adakan kegiatan ini," Kata Suprato.

Faisal menambahkan diera 4.0 peluang wirausaha sangat terbuka baik dari segi inovasi melalui penyerapan informasi dan promosi, dan tentunya peluang itu lebih diuntungkan lagi dengan tersedianya berbagai platform program media digital seperti Sosmed sebagai sarana untuk memperkenalkan prodak secara murah dan gratis. 

"Harus Explore diri dan yakin bahwa kita bisa membuat suatu prodak dan prodak itu akan lebih mudah cepat dikenal dengan memanfaatkan media gitial seperti sosmed, kita bisa memperkenalkan prodak kita melalui Sosmed seperti Fb, IG, Twitter, Youtube dan media-media sosial lainnya yang memiliki fungsi sama untuk bisa menjadi alat bagaimana kita menggunakan dan menafaatkan sebaiknya untuk alat promosi," tutupnya. (rednamemedia/sal)