Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » KTNA Kabupaten Bogor Jadi Tamu di Hajatnya Para Petani

KAB.BOGOR - Sebagai bentuk apresiasi terhadap para petani, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorbun) Kabupaten Bogor menggelar acara Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke 47. Bertempat di halaman kantor Distanhorbun Kabupaten Bogor, Jalan Ibrahim Aji, Kelurahan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis (4/7/19).

Namun sangat disayangkan, meskipun acara tetsebut merupakan hajatnya para petani khususnya yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), namun mereka seakan menjadi tamu di kegiatan HKP tersebut. Pasalnya KTNA tidak dilibatkan sejak awal sebelum pelaksanaan.

Seperti diungkapkan salah satu pengurus KTNA yang meminta tidak disebutkan identitasnya kepada awak media. Padahal menurutnya, kegiatan itu menggunakan anggaran KTNA seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Kita tidak dilibatkan dari awal, sedangkan ini kan hajatnya KTNA dan acara tersebut menggunakan anggaran KTNA, seharusnya kita dilibatkan dari awal untuk berembuk seperti menyiapkan konsep-konsepnya. Tetapi sekarang kita disini malah menjadi seperti tamu," tuturnya saat ditemui di stand pameran.

Selain itu, Ia juga mengatakan, Kepala Distanhorbun selama ini seakan tidak pernah mendengar keluhan dari bawah. Berbeda dengan saat KTNA dan PPS masih dibawah naungan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) yang saat ini telah berganti menjadinDinas Ketahanan Pangan.

"Kepala dinas saat ini ibarat tidak bisa menjadi ibu dari para petani, padahal dalam artian kami para petani itu merupakan aset mereka," ujarnya.

Terpisah, saat di konfirmasi Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Siti Nuryanti menjelaskan acara ini merupakan hajatnya KTNA untuk memamerkan serta memasarkan hasil produksi pertanian, tetapi di suport dan difasilitasi oleh dinas.

"Kalau KTNA sendiri kan 'mohon maaf' mana mereka punya anggaran?. Sedangkan anggaran ada di kami, kita fasilitasi mereka termasuk jika akan mengikuti pameran pameran hasil produksi pertanian," ujarnya.

Kendati demikian, Ia juga mengakui bahwa KTNA memang ada anggarannya, tetapi untuk saat ini masih tahap pengajuan untuk tahun depan.

"Jadi memang KTNA itu ada anggarannya, tapi nanti mulai tahun depan. Karena untuk hibah itu dua tahun sekali, dan tahun ini baru kita ajukan untuk realisasinya tahun depan," jelas Siti Nuryanti.

Terkait Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) yang berjumlah 200 orang, Nuryanti juga menyebutkan sejak diserahkan dari BKP5K (sekarang, Dinas Ketahanan Pangan) ke Distanhorbun hingga saat ini masih mendapatkan honor rutin setiap bulannya.

"Untuk PPS tetap dapat honor Rp 500 ribu perbulan. Idealnya untuk PPS sendiri yaitu satu desa satu PPS atau sekitar 400 orang, dan secara bertahap kita akan menambah PPS sesuai dengan yang telah diusulkan sebelumnya, bahkan akan mengusulkan honornya dinaikan," pungkasnya. (GN/IB)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply