Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » Ada Ular Dan Musang di Area Bermain Taman Heulang

KOTA BOGOR - Puluhan pengunjung area Taman Heulang berkerumun didepan puluhan hewan reftil dan mamalia yang dipertontonkan oleh para punggawa komunitas Bogor diantaranya, Reftil Addicted (Bora) dan Keluarga Pencinta Luwak (KPL) yang diarea bermain Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (14/07/19).

Disela memperlihatkan hewan reftil ular Jenis Malayopython Reticulatus atau Sanca kembang peliharaannya, Debra selaku ketua dari Bogor Reftil Addicted (Bora) menuturkan, kopi darat dalam komunitas Bora khususnya memang sering kita laksanakan biasa di Area Car Free Day (CFD) jalan Sudirman dan untuk pagi ini kita laksanakan di area Taman Heulang ini.

"Inilah ajang bagi kita untuk mengedukasi atau menyampaikan pesan bahwa reftil bukan hewan yang harus ditakuti. Karena hampir 95 persen orang Indonesia, menganggap Reftil adalah hewan yang sangat berbahaya atau mematikan seperti contohnya kita bawa jenis Python Regius, ball python atau Sanca Bola dari Afrika," ungkapnya.

Menurutnya, tidak semua hewan reftil itu berbahaya ketika kita bisa memperlakukan hewan tersebut sebagaimana mestinya, maka tidak akan berbahaya. Pada dasarnya hewan reftil itu takut dengan kita sebab manusia adalah predator utama bagi mereka.

"Kita sering juga melakukan edukasi dilingkungan sekolah atau perguruan tinggi termasuk exibisi di tempat keramaian seperti Mall, yang intinya menyampaikan pesan bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum tentang hewan reftil," ujarnya. 

Ia berharap dengan dilaksanakan kopdar, masayarakat akan lebih paham dalam hal memelihara hewan reftil yang sangat simpel dan tidak rumit seperti yang dibayangkan banyak orang. "Kita memberikan pakan cukup 3 sampai  seminggu sekali. Dengan anggaran pemeliharan dan pakan tentunya dikeluarkan dari kantong sendiri-sendiri," tambahnya.

Hal senada disampaikan Soni, selaku Ketua Keluarga Pencinta Luwak (KPL) Kota Bogor, masih banyak masyarakat yang memandang bahwa hewan mamalia seperti Musang adalah hama, padahal disisi lain Musang bisa menjadi sahabat manusia.

"Masyarakat di perkampungan khususnya masih berpikiran bahwa hewan mamalia seperti musang sering memangsa dan memakan unggas seperti ayam dan yang lainnya," jelasnya.

Ia menjelaskan, hewan mamalia seperti musang adalah jenis hewan exotis dan unik karena dalam perawatannya juga tidak terlampau rumit. "Hanya saja musang setiap hari harus selalu bersentuhan dengan pemiliknya minimal 1 jam sehari, karena kalau tidak demikian sifat aslinya akan kembali seperti semula," jelasnya.

Menurutnya, populer jenis musang peliharaan di Indonesia sendiri ada 12  jenis, salah satunya yang dibawanya hari ini diantaranya musang pandan atau luwak, musang bulan dan musang akar.

"Sebenarnya musang adalah binatang yang sangat amat menggemaskan, dia ramah sekali bahkan ke orang lainpun ramah juga dan cepat akrab," kata Soni.

Masyarakat yang berkunjung terlihat sangat antusias untuk melihat langsung dan diberikan kesempatan memegang untuk berfoto dengan hewan reftil dan mamalia yang dibawa oleh para komunitas ini tersebut.(Selly)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Comments System

blogger