Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » Sekjen KSPI : Rapat Verifikasi Kemenaker dan Serikat Buruh Terkesan Di Paksakan

JAKARTA - Kementrian Tenaga Kerja RI melalui Bidang Hubungan Industrial melakukan Rapat dengan Serikat Pekerja/Serikat Buruh Tingkat Nasional Baik Konfederasi/Federasi, di Kantor Kemenaker RI. Senin, (13/05/2019).

Dalam agenda tersebut dibahas terkait Verifikasi SP/SB tingkat Nasional dalam rangkat Keterwakilan Kelembagaan baik Tripartit Nasional maupun Pengupahan.

Sekjen KSPI Ramidi menilai, bahwa Rapat tersebut terkesan dipaksakan, karena apa yang dipaparkan oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industrial Aswansyah sangat kontradiksi dengan fakta lapangan.

Menururnya, data - data ini tidak jelas padahal dalam kerja kelembagaan akan merekomendasikan produk hukum yang harus dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu, KSPI dengan Seluruh Federasi akan melakukan gugatan terkait data yang tidak jelas dan ini membuktikan bahwa Kemenaker khususnya bidang kelembagaan dan kerjasama antar lembaga tidak kredible dalam membuat data dan ini pembuktian juga sistem ABS(Asal Babe Seneng)," tutur Ramidi usai melaksanakan rapat.

Selain itu, ia juga akan mekaporkan hal tersebut kepada Presiden KSPI. "Saya akan melaporkan hal ini kepada Presiden (Said Iqbal) sekaligus mengagendakan untuk rapat afiliasi," ujar Ramidi.

Senada di katakan Zulkipli ketika mendampingi Sekjen KSPI, Kemenaker sangat ceroboh alias gegabah dan terlalu memaksakan kehendak. "Data - data yang ada sangat minim dari kebenaran dan terkesan sangat sistemik, masif dan terstruktur dalam membuat data sehingga Konfederasi maupun Federasi dipaksakan untuk ikut tanda tangan dengan kata lain merestui data yang salah," katanya.

Zul menegaskan, seharusnya Kemenaker melakukan Verifikasi ketiap Provinsi tanya langsung dilapangan sehingga jelas. Bukan data abal - abal seperti sekarang ini, yang seakan - akan ingin mengakomodir kepentingan tertentu. "Saya minta agar KSPI mengirimkan surat protes Keras dan Instruksi Aksi ke Kemenaker RI," tegasnya. (Gocap)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar: