Koperasi Wartawan Mandiri Sambil Bukber dan Bagi Santunan

Koperasi Wartawan Mandiri Sambil Bukber dan Bagi Santunan

Bidik Nusantara
Selasa, 28 Mei 2019

KOTA BOGOR, - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor Gelar acara bukber dan santunan yatim piatu, sekaligus membentuk Koperasi Wartawan Mandiri yang dikukuhkan di Sekretariat PWI Jalan Kesehatan, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin 27/05/19.

Pendirian Koperasi Wartawan Mandiri dibentuk berdasarkan akta pendirian nomor 02 tanggal 23 Mei 2019 dengan notaris Chairani,SH, M.Kn.

Pengukuhan pengurus Koperasi Wartawan Mandiri dilakukan dengan membacakan berita acara pengukuhan dan penyerahan akta notaris kepada para pengurus Koperasi Wartawan Mandiri Sejahtera oleh Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat ( Asperbangkesra) Setda Kota Bogor, Dody Ahdiat  yang merupakan perwakilan dari Pemerintah Kota Bogor.

Dalam sambutannya Dody juga mengucapkan selamat kepada para pengurus atas pengukuhan Koperasi Wartawan Mandiri.

"Saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan pengurus yang baru dilantik dan tetap jaga profesionallitas jadi misalnya kita bermitra tapi tetap profesional, mudah-mudah koperasi ini bisa menjadi salah satu upaya untuk PWI untuk mensejahterakan umatnya dan bisa tambah maju amin," katanya.

Sementara itu Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Subakti mengatakan bahwa koperasi dibentuk atas dasar keinginan bersama. Tujuannya pun jelas untuk meningkatkan kesejahteraan para wartawan.

"Motivasinya ekonomi jelas, karena koperasi ini dibentuk atas keinginan bersama bagaimana kami wartawan yang coba ingin menaikan taraf kehidupan yang memang tidak bisa lepas dari kondisi kantor medianya masing masing sehingga salah satu cara menaikkan taraf hidup adalah dengan menggunakan dan melalui koperasi," katanya dalam sambutannya.

Aritha juga menyadari bahwa sebagai organisasi profesi PWI tidak diperbolehkan untuk mencari uang.
Untuk itulah dibentuk adanya koperasi untuk meningkatkan tarag hidup wartawan di Kota Bogor.

"Kalau PWInya tidak mungkin menjadi mesin uang karena organisasi profesi adapun koperasi tugasnya untuk mencari uang, mudah-mudahan koperasi saat ini yang dibentuk ini saya yakin bisa langgeng dan memang manfaaat untuk seluruh anggota, tidak hanya yang ada disini, tapi untuk adik-adik kita nanti selanjutnya," ujarnya.

Sementara itu Ketua Koperasi Wartawan Mandiri Sejahtera, Irwan Natsir mengatakan, dengan dibentuknya koperasi merupakan langkah maju bagi PWI Kota Bogor dalam memberikan perhatian terhadap masalah kesejahteraan para anggota.

"Sesuai dengan prinsip koperasi, lebih mengedepankan untuk kepentingan dan keperluan anggota terutama dari aspek kesejahteraan. Nantinya koperasi PWI nanti akan menjalankan aspek bisnis secara baik dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak,"ucapnya

Selain itu juga, Insya Allah ke depannya sesuai dengan bidang jasa akan melakukan kegiatan usaha yang memberikan manfaat bagi anggota koperasi, papar Irwan Natsir.

Pada kegiatan itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Annas Rasmana yang turut hadir juga mengajak Koperasi Wartawan Mandiri untuk bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor. Anas juga memberi masukan agar koperasi yang dibentuk oleh PWI Kota Bogor bergerak dibidang real.

"Saya ingin menyampaikan bahwa betul kata pak Diyani tadi bahwa kita kalau ikut koperasi simpan pinjam rawan riba? memang debateble, tapi tetap rawan  tapi saya sarankan lebih aman di sektor real karena itu bukan riba, kantin misalnya para pengurus membuat toko atau ikut lelang, menjadi perusahaan ikut tender misalnya, pl untuk snack itu lebih real, karena pasal 1 ayat 1 UU Koperasi no 25 tahun 1992 menyebutkan bahwa koperasi sama dengan PT atau CV yang penting di SIUPnya ada, saya sarankan agar tidak terjerumus dalam riba," katanya.

Anas juga mengajak Koperasi Wartawan  Mandiri Sejahtera untuk mengikuti berbagai program di Dinas UMKM dan Koperasi. Karena dengan demikian nantinya para pengurusa dan ketua koperasi bisa mendapat pembekalan dan sertifikasi sebagai ketua dan pengurus koperasi.

"Kami punya banyak program yang bisa diserap oleh koperasi PWI seperti pelatihan bukan saja gratis tapi pada pelatihan, itu juga dapat uang saku ada pelatihan managemen koperasi ada sertifikasi untuk ketua koperasi kalau ngelamar sendiri Rp 7 juta, tapi dikami gratis," ujarnya.

Dalam kegiatan itu turut hadir juga perwakilan PWI Jawa Barat yang juga ikut memberikan santunan anak yatim.

PWI Jawa Barat yang diwakili oleh Arie Pahlevi sebagai Bendahara PWI Jawa Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam acara pengukuhan ini PWI Jawa Barat juga ikut menyalurkan infaq sodaqoh kepada anak yatim

"Dalam kesempatan ini kami memberikan infaq sodaqoh dari PWI Jawa Barat untuk ade-ade yatim piatu di sini, mudah-mudahan infaq sodaqoh ketua  secara pribadi ini dapat memperoleh kebaikan yang memberi maupun yang menerima," katanya.

Dalam kegiatan pengukuhan pengurus Koperasi Wartawan Mandiri Sejahtera dengan susunan pengurus Irwan Natsir sebagai ketua, Herman Indrabudi  sebagai sekretaris, Deasy Dasmita Sebagai bendahara dan untuk pengawasan diketuai oleh Arihta Utama Subakti, dengan anggota FX Puniman, Herman Suriawijaya, dan Jacky Wijaya itu juga dilakukan serangkaian acara lainnya.

Dalam rangkaian kegiatan pengukuhan juga diadakan juga santunan kepada 100 anak yatim piatu yang berada di enam kecamatan Kota Bogor yang diberikan oleh PWI Kota Bogor.
(Sally)