Peringati May Day 2019, SPN Bogor Raya Kerahakan 10 Ribu Buruh Di Cibinong

Peringati May Day 2019, SPN Bogor Raya Kerahakan 10 Ribu Buruh Di Cibinong

Bidik Nusantara
Selasa, 30 April 2019

KOTA BOGOR - Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Bogor Agus Sudrajat menegaskan sedikitnya 10 ribu buruh bakal meramaikan hari buruh sedunia (May Day) besok, Rabu, 1 Mei 2019.

"SPN Bogor Raya bakal menurunkan 10 ribu buruh untuk memperingati may day yang akan di pusatkan di lapangan Tegar Beriman, Pemda Kabupaten Bogor Cibinong," kata Agus kepada wartawan, Selasa (30/4).

Agus menjelaskan dalam memperingati may day 2019, buruh SPN Bogor Raya tetap fokus menyampaikan aspirasi kepada pemerintah terkait undang-undang dan peraturan tentang buruh.

"Semua periapan aksi peringatan may day sudah siap, kami akan melakukan konvoi ribuan sepeda motor dan beberapa mobil komando menuju Cibinong," jelas Agus.

Sementara itu, Ketua DPP SPN Bidang Luar Negeri dan Jaringan, Iwan Kusmawan, SH mengungkapkan peringatan may day 2019, SPN tetap fokus memperjuangkan kesejahteraan buruh dan menyoroti pelaksanaan demokrasi Pemilu jujur, adil dan damai.

"Pemilu 17 April 2019 sudah berakhir, para buruh menunggu siapa yang jadi presiden dan anggota legislatif serta apakah Pemilu yang menghabiskan triliunan itu akan berefek pada kesejahteraan buruh?," ujar Iwan.

Ketua Industri All Indonesia Council ini mengatakan, buruh masih menyuarakan agar Peraturan Pemerintah (PP) 78/2015 terkait dengan upah dicabut, karena PP tersebut sangat merugikan buruh dalam hal penetapan upah minimum disamping itu buruh juga masih menyuarakan tentang Jaminan Sosial BPJS Kesehatan yang carut marut, oursourcing buruh kontrak, pemagangan, pengawasan yang lemah dan Union Busting.

"Kita berharap semua isu yang menjadi tuntutan buruh dapat diselesaikan oleh pemerintah dan legislatif hasil Pemilu 2019 yang sangat mahal mencapai 24,7 T," ujarnya.

Iwan juga menegaskan jika pemerintah dan legislatif peka terhadap persoalan buruh, maka buruh akan semakin tenang karena ada kepastian dari sisi kesejahteraan.

Iwan mengingatkan peringatan May Day /hari Buruh International, tidak boleh ada yang menghalangi apalagi melarang, karena 1 Mei merupakan hari bersejarah dan kebangkitan buruh dalam memperjuangkan hak haknya, maka ketika berbicara tentang Hak dan Kesejahteraan jangan coba untuk menghalangi apalagi melarang.

"Setiap tuntutan adalah bagian dari ekpresi kekecewaan atas pelanggaran yang terjadi maka pahamilah ketika buruh menyuarakan tuntutan," tegasnya.(Red)