Ketua Pembina Pokjawan Kota Bogor : Dari Mana Aturannya Pakai HP Bukan Tustel atau Kamera Wartawan Tidak Jelas - Bidik Nusantara

Jumat, 01 Maret 2019

Ketua Pembina Pokjawan Kota Bogor : Dari Mana Aturannya Pakai HP Bukan Tustel atau Kamera Wartawan Tidak Jelas

KOTA BOGOR - Ucapan panitia CGM, Jogi Hutabarat yang menyebutkan "Banyak Wartawan Meliput Menggunakan Kamera Handphone, Wartawan Tidak Jelas" menuai kritikan dari berbagai kalangan awak media.

Ucapan tersebut dianggap suatu perbuatan Diskriminasi (membedakan-bedakan) dan suatu pelecehan juga pencemaran nama baik terhadap awak media.

"Di jaman teknologi yang serba cangih ini, hampir semua orang melakukan berbagai aktifitas menggunakan handphone. Begitu pun dengan wartawan, terlebih wartawan media online. Mereka lebih memilih menggunakan kamera handphone agar lebih cepat dalam mengirim data berita. Kami anggap ini merupakan perlakuan diskriminasi dan pelecehan terhadap profesi wartawan," tutur Ketua Dewan Pembina Pokja Wartawan Kota Bogor H. Bustanul Daham ketika di hubungi melaui WhatsApp messenger, Jum'at (01/03/19).

Oleh karena itu, dirinya akan meminta pertanggungjawaban atas ucapan yang dilontarkan Jogi yang telah dianggap melecehkan dan pencemaran nama baik wartawan itu.

"Kami akan meminta pertanggungjawaban atas ucapan yang dilontarkannya itu dengan melalui jalur hukum atas kasus pelecehan dan pencemaran nama baik wartawan," ujarnya.

Ia menegaskan, dari mana aturannya kalou pakai HP bukan tustel atau kamera Wartawan tidak jelas.

"Walau punya kamera sehebat apapun belum tentu masuk media alias bodrek, tidak bisa jadi ukuran kamera atau handphone yang hasilnya dan dimuat di media. Begitu Juragan Yogi jangan sok bikin aturan sendiri," tegas Bustanul Daham anggota senior Persatuan Wartawan Indonesia dan Pemimpin Redaksi Koran Berantas & Berantasonline.com itu.

Diketahui sebelumnya, Jogi Hutabarat mengaku bahwa dirinya mengatakan hal tersebut saat melakukan pengusiran terhadap wartawan yang sedang melakukan peliputan acara street festival CGM pada hari Selasa 19 Februari 2019.

Hal itu diakui Jogi, yang di tulis melalui surat jawaban klarifikasi dari pihak panitia kepada Pokja Wartawan Kota Bogor atas dugaan perlakuan Diskriminasi terhadap salah satu anggota Pokja Wartawan Kota Bogor.

"Saya akui, memang saya berkata, "soalnya banyak media yang tidak jelas, karena melakukan peliputan hanya menggunakan kamera handphone," ungkap Jogi, yang di tulis melalui balasan surat klarifikasi itu.(red)
Comments


EmoticonEmoticon