Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » Dery : Saran Walikota Dipenuhi Keberadaan KPSGITerus Terpojok

KOTA BOGOR - Pencinta Hewan yang tergabung dalam Komunitas Pencinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI) Kota Bogor keberadaannya terancam punah.
Hal itu disebabkan, KPSGI tidak mendapat tempat di wilayah Kota Bogor untuk mengedukasi dan memberikan pengetahuan tentang fauna kepada masyarakat secara luas. Bahkan parahnya lagi keberadaan komunitas tersebut selalu mendapat perlakuan tidak menyenangkan ketika berkumpul di tempat keramaian, seperti adanya penolakan dari aparat keamanan penjaga taman di Kota Bogor.

Padahal keberadaan Komunitas Pencinta Hewan tersebut sudah tujuh tahun berdiri. Selama enam tahun para pencinta hewan KPSGI sebelumnya berkumpul seminggu sekali (setiap car Freeday) di sekitaran Taman Sempur.

Ketua Komunitas Pencinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI) Kota Bogor Dery Kusnadi, mengungkapkan ketika Taman Sempur mengalami perubahan, KPSGI dipindahkan ke Taman Heulang dengan alasan dilarang membawa hewan peliharaan di taman Sempur dan harus memiliki ijin.

"Setelah adanya pelarangan dari dinas pertamanan, kami berupaya untuk melakukan permohonan untuk memiliki ijin, tetapi sudah tiga kali pengajuan, Dinas Pertamanan belum juga merespon," kata Dery, kepada wartawan, Selasa (13/3/2019)

Upaya komunitas selanjutnya, kata Dery, pengurus KPSGI sempat bertemu dua kali dengan Walikota Bogor, Bima Arya untuk mengadukan keberadaan komunitas untuk memiliki ruang di Kota Bogor.

"Pada pertemuan pertama kami dengan Walikota Bima Arya, KPSGI sempat dijanjikan Walikota dimana Pemkot akan memberikan tempat  taman satwa jika KPSGI ikut serta mempromosikan We Love Bogor," ujarnya.

Setelah saran Walikota dipenuhi, lanjut Dery, malah keberadaan kami terus terpojok bahkan sering mendapatkan gesekan dengan petugas penjaga taman Heulang.

"Kesempatan bertemu dengan Walikota Bima Arya untuk kedua kalinya, komunitas mengajukan kembali kepada Walikota supaya KPSGI memiliki ruang di wilayah Bogor, apa yang di dapat, malah Walikota Bima Arya beralasan masyarakat Bogor banyak yang tidak suka hewan," tandas Dery.

Dery juga mempertanyakan kenapa jika komunitas hewan Musang yang baru di Kota Bogor di perbolehkan berada di Taman Ekspresi Sempur. Sementara KPSGI yang sama-sama komunitas fauna tidak mendapatkan perlakuan yang sama padahal komunitas kami telah mendapatkan dukungan dari Disbudpar, LIPI dan IPB.

"Saya berharap kepada Walikota Bogor, agar memberikan ruang bagi KPSGI untuk bisa balik lagi ke semula tempat berkumpul di Sempur karena kami membutuhkan tempat keramaian untuk mensosialisasikan kepada masyarakat lebih banyak lagi tentang hewan," harapnya.

KPSGI Kota Bogor yang memiliki anggota sebanyak 60 orang yang peduli akan keberadaan hewan sejenis reptil, mamalia, kucing, kelinci dan ular yang hanya membutuhkan tempat atau ruang terbuka 3 x 3 meter di taman Sempur tidak mendapat ijin dari Pemkot, maka komunitas pencinta hewan di Kota Bogor bakal terancam punah.

"Maafkan kami buat masyarakat Bogor kalau tidak mengerti soal fauna yang ada di Indonesia karena keberadaan kita tidak mendapatkan dukungan dari Pemko Bogor," tulis Dery Kusnadi, Ketua Komunitas Pencinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI) Kota Bogor di status sosialnya.(Nan/red)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply