Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » Puluhan Mahasiswa Serukan Tolak Intoleransi di Kota Bogor

KOTA BOGOR - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus (PMI, HMI, GMNI GMKI, PMKRI, IMM, KMHDI) serta DPD KNPI Kota Bogor melakukan aksi damai di Plaza Balaikota Bogor, Jumat (1/2/19).

Kedatangan para mahasiswa dan DPD KNPI Kota Bogor itu tidak lain untuk menyuarakan Menolak Intoleransi di Kota Bogor karena telah beredarnya di media sosial dan masyarakat yaitu Seruan Menjelang Imlek Dan Cap Go Meh (CGM) Tahun 2019 di Kota Bogor yang diterbitkan oleh Forum Muslim Bogor (FMB) pada tanggal 23 Januari 2019, yang seruan tersebut ditujukan kepada Pemerintah Kota Bogor, Tokoh Muslim, dan Seluruh Umat Muslim.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Anto Siburian mengatakan, Kota Bogor kembali diserang dengan intoleransi umat beragama oleh golongan yang tidak dapat bertanggung jawab sehingga membuat masyarakat resah dan membuat keadaan Kota Bogor menjadi tidak kondusif dengan hadirya forum yang tidak jelas tersebut.

"Masyarakat Indonesia knususnya Kota Bogor, tidak perlu memperhatikan seruan tersebut, karena Indonesia memiliki konstitusi yang jelas dan wajib di patuhi oleh masyarakat Indonesia. Apabila suatu golongan atau kelompok masyarakat tidak mematuhi konstitusi yang dituangkan dalam Undang Undang, wajib di hukum sesuai dengan perbuatannya," tegasnya.

Anto pun memaparkan landasan landasan hukum sehingga menegaskan bahwa seruan Forum Muslim Bogor merupakan seruan yang melanggar hukum dan wajib mendapatkan sanksi tegas karena telah membuat masyarakat resah, menekan pemerintah untuk melarang hingga bertindak diskriminatif serta mengajak kepada sikap intoleransi.

Oleh sebab itu, lanjutnya, Kelompok Cipayung Plus dan DPD KNPI Kota Bogor mengambil sikap bahwa memeluk agama dan keyakinan serta menjalankannya adalah sebuah Hak Asasi Manusia sehingga tidak boleh ada golongan atau kelompok manapun yang dapat melarang, menyudutkan, bertindak diskriminatif dan atau menghalang-halangi.

"Kelompok Forum Muslim Bogor merupakan kelompok yang memberikan rasa teror terhadap masyarakat Kota Bogor dan tidak berpancasila, sehingga masyarakat merasa resah dan wajib dibubarkan. Kami juga mendesak pihak Polri dapat menangkap dan membubarkan golongan yang melanggar konstitusi khususnya golongan yang intoleransi," katanya.

Lebih lanjut, Anto pun mengajak masyarakat Kota Bogor untuk melawan sikap radikalisme, terorisme, diskriminatif dan intoleransi serta mendukung Pemerintah Kota  Bogor dalam memfasilitasi kegiatan IMLEK dan CAP GO MEH yang sudah menjadi agenda budaya di Kota Bogor.

Sementara, kedatangan para peserta aksi langsung disambut oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya. Dalam sambutannya, Bima mengatakan, yang paling berharga dan diwariskan oleh para pendahulu adalah kebersamaan dan perstauan serta tidak mudah untuk menjaga itu. 

Menurutnya, semua pikiran atau gagasan yang tidak sesuai dengan DNA Kota Bogor tentu tidak layak ada di kota ini, dimana DNA Kota Bogor yakni menggandrungi akan perbedaan dan kebersamaan. 

"Jadi kalau ada pihak, kelompok, organisasi, forum atau apapun itu namanya mengancam harta berharga kita yaitu persatuan, hanya ada satu kata yaitu LAWAN. Kita lawan samua pihak yang tidak punya DNA Kota Bogor. Mari kita semua khususnya warga Kota Bogor untuk bersama sama mengawal CGM sebagai simbol persatuan dan kebudayaan," tutupnya. (MTH)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply