Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » Pesta Rakyat CGM Kembali Menuai Kritikan Warga Yang Dirugikan

KOTA BOGOR - Menjelang sore dengan dimulainya rangkaian gelaran Bogor Street Festival (BSF) – Cap Go Meh (CGM) yang mengusung tema "Katumbiri Lighting Festival 2019", kawasan Jalan Suryakancana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, khususnya di depan Vihara Dhanagun, sudah mulai dipadati warga.

Dampak dari acara tersebut berimbas kemacetan di sejumlah ruas Jalan Otista, mulai dari kawasan Baranangsiang dan sekitar Tugu Kujang hingga di depan Lawang Suryakancana dan pintu satu Kebun Raya Bogor (KRB) hingga menuai keluhan dari para pengendara, khususnya para pengemudi angkutan umum.

Seorang pengendara dari Paledang, Bogor Tengah, Ismail meminta agar pemerintah Kota Bogor juga memperhatikan dampak dari acara tersebut.

"Kita memahami dalam gelaran acara CGM ini, yang menjadi kegiatan dan hiburan warga Kota Bogor khususnya. Tapi dampak kemacetan juga seharusnya jadi perhatian, baik penyelenggara maupun petugas-petugas lalu lintas," ungkapnya kepada awak media saat melintas Jalan Otista,  (dikutif dari kupasmerdeka.com).

Menurutnya, pada waktu tersebut masih jam aktivitas warga yang bekerja dan sebagainya. Seharusnya, pemerintah Kota Bogor serius memperhatikan dampak negatif pada acara tersebut. 

"Walau kita semua tahu dari tahun kemarin juga ada kegiatan CGM ini, tetapi dengan kemeriahan yang ada jangan juga berdampak kemacetan yang merugikan warga Kota Bogor. Ini harus diperhatikan, jangan meriah untuk orang-orang besar saja, tapi warga kecil malah dirugikan," ujarnya dengan nada kesal.

Senada diungkapkan Suryana, salah seorang pengemudi angkutan umum trayek 02 yang terjebak kemacetan. Ia merasa setiap kali Perayaan Cap Go Meh digelar di Kota Bogor, tak pernah bisa terlepas dari dampak negatif yang ditimbulkan, salah satunya seperti ditutupnya akses jalur angkot, yang secara otomatis membuat penghasilan pun menjadi berkurang.

Menurutnya penyelenggaraan Cap Go Meh akan berdampak pada waktu tempuh, yang lebih lama untuk setiap tripnya (rit). Selain itu, terjadi pemborosan pada penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pengurangan pendapatan yang diterima.

"Saya pribadi sebagai sopir angkot yang jelas-jelas cari makan di jalan ini, tidak habis pikir kenapa acara kayak begini, sampai harus pakai tutup jalan dan diizinkan. Kita orang kecil yang susah, kalau tokeh (juragan) kan mana mau mengerti jika setoran berkurang. Tahunya kita narik cari penumpang, pasti dapat duit," tukasnya.

Oleh sebab itu masyarakat meminta kepada Pemerintah Daerah, khususnya Pemerintah Kota Bogor melihat dari berbagai sisi dampak sosial yang merugikan masyarakat lainnya. (Red)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Comments System

blogger