Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » Bima Tegaskan Cap GoMeh Steril Tanpa Ada Unsur Politik Didalamnya

KOTA BOGOR - Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, 'Katumbiri' yang berarti Pelangi. Ibaratnya Katumbiri itu persembahan indahnya persatuan, kekayaan budaya, dan kebersamaan warga Kota Hujan. Mengusung tagline "Ajang Budaya Pemersatu Bangsa.

" Sekali lagi saya tegaskan, Bogor Street Festival atau Cap GoMeh (CGM), bukan kegiatan keagamaan, melainkan kegiatan budaya dan merupakan warisan bangsa. Bogor Street Festival ajang pemersatu bangsa, dari Bogor untuk Indonesia," ungkap Bima usai Press Conference Bogor Street Festival (BSF) 2019, di Aula Makodim 0606/Bogor, Jalan Jendral Sudirman No. 33 Bogor Tengah, Kamis (14/02/19).

Bima menegaskan, bangsa kita tengah di uji, dalam konteks komitmen kita terhadap kebersamaan dan keberagaman. Masih banyak tokoh - tokoh yang meragukan kegiatan ini, dan selalu menyangkut pautkan dengan politik.

" Cap GoMeh ini saya tegaskan kembali, steril tanpa ada unsur politik didalamnya. Ini bicara kebersamaan dan keberagaman sebagai DNA Kota Bogor. Harta yang paling berharga yang harus di jaga adalah kebersamaan kita masyarakat Bogor dalam keluarga," tegas Bima.

Ditempat yang sama Ketua Pelaksana Bogor Street Festival (BSF) 2019, Arifin Himawan mengungkapkan," aksi budaya ini merupakan penegasan atas nilai persatuan bangsa yang selalu di jaga oleh Kota Bogor." Ini menjadi bukti bahwa semangat pluralisme, nilai toleransi dan kekayaan budaya yang di perlihatkan Kota Bogor sangat efektif mempersatukan masyarakat," ungkap Kang Ahim sapaan akrabnya.

Ini juga sebuah fakta betapa masyarakat kita sangat dewasa menjaga kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tambah Kang Ahim.

Ia juga memaparkan, keseruan seni karnaval dan gempita akan disuguhkan sepanjang event berlangsung. BSF 2019 akan menyajikan berbagai pertunjukan seperti angklung, drumband, aksi bedug khas Banten dan hadroh.

"Helaran ini memang di persembahkan untuk warga, untuk masyarakat, sebab itu kami menyebutnya dengan pesta rakyat." Jadi tentu kita harus bersama - sama menjaga, menikmati sajian peristiwa budaya ini dengan tertib. Mengedepankan kepentingan bersama dan tidak goyah dalam memelihara toleransi yang selama ini menjadi identitas masyarakat kita." pungkasnya. (Sally)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply