Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » Bank Mandiri Bersama UPT Pertanian Wilayah V Bagikan Kartu Tani Mandiri

KAB.BOGOR - Bank Mandiri bersama UPT Pertanian wilayah V (lima) membagikan Kartu Tani Mandiri, yakni sebuah kartu yang hanya bisa dimiliki seorang yang benar-benar petani melalui serangkaian proses verifikasi kepada ratusan petani diwilayah Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor. Bertempat di Kantor Kecamatan Tamansari, Kamis (7/2/18).

Kepala UPT Pertanian wilayah V (lima) Kecamatan Dramaga, Ahmad Suwandi menjelaskan, pembagian kartu tani ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumya dilakukan pembagian tahap awal pada tahun 2018 lalu kepada 553 petani diwilayah Kecamatan Tamansari.

"Pembagian yang kedua kalinya, kali ini kartu tani dibagikan kepada 108 orang petani dari 5 Desa di Kecamatan Taman Sari yang telah diverifikasi," jelasnya kepada Wartawan.

Menurutnya, sebagaimana Kartu Keluarga Sejahtera untuk distribusi bantuan pangan non tunai, pemerintah akan menstrasfer saldo sesuai jumlah subsidi yang diterima petani berdasarkan lahan garapannya. Saldo di kartu tani hanya bisa dicairkan untuk membeli pupuk subsidi di kios-kios resmi lewat mesin EDC.

"Itu tak bisa diuangkan, hanya untuk beli pupuk subsidi. Pakai kartu, dia bisa beli pupuk urea Rp 1.800/kg, kalau non subsidi 4.800/kg, artinya dapat Rp 3.000/kg di kios yang sudah ditentukan, seperti di Taman Sari sudah ada 2 kios pupuk bersubsidi," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Rizki Setyadi selaku bidang pelaksana program pemerintah pada Bank Mandiri menjelaskan, syarat untuk mendapatkan kartu tani tersebut diantaranya, petani harus memiliki lahan untuk bercocok tanam maksimal 2 hektare lahan yang dimiliki dan sudah terdaftar di kelompok tani masing-masing serta datanya diserahkan ke punyuluh di dinas pertanian untuk diolah dan di verifikasi untuk pembuatan rekening.

"Kita buatkan rekening tabungan dan kartu ATM sesuai NIK yang dimiliki oleh petani, dan disosialisasikan kepada petani untuk pendistribusian kartu tersebut," jelasnya.

Ia menegaskan, dalam hal ini petani bukan menerima batuan berupa uang tunai melalui rekeningnya, melainkan hanya menerima bantuan subsidi berupa kuota pupuk. Yang mana kuota pupuk tersebut sudah disubsidi oleh pemerintah.

"Untuk menginput kuotanya itu pertahun, misalkan petani tersebut dikasih kuota selama 1 tahun dengan kebutuhan 200 kg. Semua sudah disesuaikan dengan jumlah lahan yang dimiliki masing-masing petani," tegasnya.

Masih kata Rizki, untuk membeli pupuk tersebut dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan cara tunai dan non tunai.

"Yang mana non tunai itu petani membayar dengan ATM yang sudah tersedia saldonya. Sedangkan cara tunai, petani membayar uang cash langsung tapi juga berikut dengan kartu ATM nya," sambungnya.

Program ini merupakan program pemerintah melalui kementerian pertanian. Untuk bank penerbit Kartu Tani terdiri dari 3 bank BUMN. "Di Jawa Barat ini pihak Bank Mandiri yang menangani," tukasnya.

Sementara itu Alta, salah seorang penyuluh pertanian swadaya di Kecamatan Taman Sari menyambut baik adanya program Kartu Tani Mandiri tersebut. Menurutnya, selain mendapatkan keuntungan dari sisi harga, Kartu Tani Mandiri memiliki berbagai keuntungan lainnya. Misalnya mengambil uang dengan tarik tunai, belanja dengan uang elektronik.

"Disamping itu, tempat belanja lebih terarah, dan mungkin tidak ada lagi permainan harga pupuk yang merugikan petani," ujar Alta yang juga Ketua Desa Wisata di Dasa Sikajadi, Kecamatan Tamansari.

Ia juga berharap dengan adanya program ini semakin memudahkan para petani untuk menjangkau kebutuhan sehari-hari, sehingga kesejahteraan mereka serta hasil produksi pertanian di Kabupaten Bogor semakin meningkat.

"Saya berharap di tahun 2019 semua kartu sudah diterima oleh para petani. Semangat dengan Kartu Tani Mandiri juga ingin memfamiliarkan para petani desa agar terbiasa dengan dunia bank dengan istilah Bankable. Karena selama ini kebanyakan petani sulit atau mau untuk membuka rekening," pungkasnya. (Gandi)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply