Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » Aksi Bela Mbah Moen, Forum Santri Bogor Ultimatum Fadli Zon

KOTA BOGOR- Setelah ribuan santri di Kabupaten Bogor menggelar aksi damai mengecam puisi karya politisi Gerindra Fadli Zon, kini para santri santri, ustad dan kyai di seluruh wilayah Kota Bogor menggelar aksi yang sama. Para santri yang datang berbondong bondong memenuhi pelataran Balaikota Bogor, melalukan aksi damai dan menggelar doa bersama, Senin (18/2/2019).

Kecaman terhadap puisi berjudul "Doa yang tertukar", terus meluas dari berbagai pihak. Puisi itupun dinilai sangat menistakan kyai dan memecah belah umat Islam. Bahkan akibat puisi itu, para santri dan kyai di Kota Bogor akhirnya banyak yang pindah haluan di Pilpres 2019 mendatang.

Kordinator Forum Santri Bogor, KH Hamzah Maulana menegaskan, siapapun yang menistakan ataupun menghina kyai, maka akan menerima kualat ataupun adzab. Ada pribahasa bahwa mulut mu adalah harimau mu, sehingga berkatalah yang baik jangan sampai melukai orang.  

"Bagi mereka yang menghinai dan mengucapkan kalimat kotor pada Kyai nanti bisa kualat," tegasnya.

Puisi Fadli Zon itupun menurut Hamzah, sangat mempengaruhi jelang Pilpres 2019, karena banyak santri santri ataupun kyai yang pindah haluan. Mereka semua kecewa dan sakit hati, tidak pantas politisi sekelas Wakil Ketua DPR RI melakukan tindakan seperti itu.

"Sangat berpengaruh kepada para santri santri, karena kecintaannya kepada ulama. Sedangkan dalam puisi itu sangat jelas isinya menyudutkan dan menghina ulama. Barometer para ulama akan berubah di Pilpres dengan adanya puisi Fadli Zon," tandas Hamzah yang mengaku sebelumnya sebagai pendukung pasangan Capres 02 dan kini dirinya beserta ribuan santri nya beralih mendukung pasangan 01 di Pilpres nanti.

Sebagai murid Mbah Moen, Hamzah beserta para santri santri mengaku sakit hati dan tersinggung. "Jelas kami tersinggung, puisi itu dialamatkan kepada kyai kasepuhan kami," ujarnya.

Sementara, Ketua GP Ansor Kota Bogor, Rachmat Imron Hidayat mengungkapkan, yang hadir ini berasal dari santri santri diseluruh wilayah Kota Bogor, termasuk para ustad dan kyai kyai nya. Ini bentuk aksi keprihatinan atas adanya puisi karya Fadli Zon, karena diseluruh wilayah Indonesia semua santri bergerak mengecam puisi dan tindakan politisi Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI.

"Puisi itu sangat menghina dan jelas ditunjukan kepada kyai sepuh kami yaitu KH Maimoen Zubair. Kami mengecam keras dan bagi kami tidak ada kata selain membela kyai dan hari ini diadakan aksi keprihatinan atas penghinaan kyai tersebut," tegasnya.

Menurut pria yang akrab disapa Rommy ini, puisi Fadli Zon itu sangat menghina seorang kyai yaitu KH Maimoen Zubair. Terkait adanya permohonan maaf dari Fadli Zon yang ramai diberitakan, seharusnya kalau Fadli Zon mau meminta maaf, maka dia harus datang sendiri dan sungkem ke Kyai Maemoun Zubair.

"Permohonan maaf dari Fadli Zon itu hanya kamuflase saja. Kita mendesak agar Fadli Zon untuk datang langsung dan sungkem ke Kyai," imbuhnya.

Para santri dan kyai juga mengancam dan memberikan ultimatum kepada Fadli Zon untuk segera sungkem ke KH Maimoun Zubair dalam waktu 3 hari. Apabila dalam 3X24 jam tidak dilakukan permohonan maaf itu, maka ribuan santri dari Kota dan Kabupaten Bogor akan menggruduk kediaman Fadli Zon agar segera meminta maaf secara langsung.

"Kami juga memberikan ultimatum 3X24 jam kalau Fadli Zon tidak datang ke rumah Kyai Maimoen Zubair, maka ribuan santri siap menjemput Fadli Zon di kediamannya," tegasnya. (MTH)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply