Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » Mr.Kan Surat Terbuka Untuk Sri Mulyani Mengenai Utang NKRI

Selamat malam Ibu Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D yang terhormat (yth) selaku menteri keuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebelumnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya apabila di dalam surat terbuka yang saya buat ini terdapat kalimat kurang sopan, baik dalam penulisan, tutur kata dan lain sebagainya di dalam penyampaian ini.

Terlepas dari itu semuanya, sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) saya hanya berniat baik atau positif yang hanya dengan maksud dan tujuan mengiginkan untuk masa kedepannya NKRI akan menjadi negara yang maju dan makmur.

Mohon ijin Ibu Sri dan saudara-saudara yang se-bangsa dan se-tanah air semuanya untuk memberikan penyampaian pendapat di muka umum dan sejumlah pertanyaan-pertanyaan dan/atau komentar berdasarkan konstitusi/UUD pasal 28 Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang (UU) nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

Saya ingin menyampaikan sejumlah unsur-unsur ide pendapat dan sebelas (11) pertanyaan untuk Ibu Sri Mulyani atas berita di media massa online: https://finance.detik.com: Rabu, 23 Januari 2019 - 19.09 WIB yang berjudul: Sri Mulyani: Negara Maju Punya Utang Lebih Banyak, sebagai berikut di bawah ini:

Pertama, yang disebut negara maju punya utang lebih banyak itu termasuk negara mana saja? Berapa jumlah utang masing-masing negara maju tersebut? Berapa masing-masing angka perkapita negara tersebut? Berapa jumlah pemasukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masing-masing negara maju tersebut? Berapa jumlah Cadangan Devisa masing-masing Negara Maju tersebut? Berapa jumlah aset badan usaha milik masing-masing negara maju tersebut? Berapa besar jumlah surplus setiap tahun di masing-masing negara maju tersebut? Berapa jumlah utang masing-masing negara maju tersebut? Kepada siapa saja masing-masing negara maju tersebut berhutang?

Kedua, apakah patut kita sekaan-akan ingin berlomba-lomba dengan negara maju untuk menambah utang sebanyak-banyaknya? Mengapa bukan kita membandingkan suatu bentuk kemajuan dengan negara maju?

Ketiga, apakah dengan kondisi kita setiap bulan mengalami current account deficit (CAD) puluhan triliun rupiah dan setiap tahun mengalami CAD hingga ratusan triliun rupiah masih dalam posisi mampu untuk persiapan membayar utang negara agar berkurang dan/atau lunas?

Keempat, dengan jumlah cadangan Devisa Negara Indonesia yang hanya 115 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 1.628 triliun dan dengan aset BUMN yang sejumlah sekitar Rp 7.700 triliun dibadingkan utang negara yang sudah mencapai sekitar Rp 9.750 triliun, apakah keuangan negara kita masih sehat dan berimbang atau masih sesuai?

Kelima, apabila suatu hari nanti negara gagal membayar utang, siapa saja yang akan wajib dan harus bertanggung jawab atas penambahan utang negara yang sudah menggunung hingga Rp 9.750 triliun? Apa saja dampak dan manfaat bagi Warga Negara Indonesia (WNI) atas utang negara yang sudah menggunung itu?

Keenam, bagaimana cara dan sistem pemerintahan sekarang untuk persiapan membayar utang negara yang sudah mencapai Rp 9.750 triliun? Apakah sudah ada persiapan dana untuk pembayaran utang negara yang sudah mencapai Rp 9.750 triliun atau dibayar pakai apa? Kapan melunasi utang segitu banyak?

Ketujuh, selama 4 tahun kepemerintahan Presiden Joko Widodo negara sudah menambah utang sekitar Rp 3.721 triliun, belum termasuk pemasukan negara dari dana APBN selama 4 tahun sekitar Rp 6.500 triliun, dana haji dan dana BPJS ketenagakerjaan Rp 73 triliun yang sudah terpakai.

Mengapa kita harus menambah utang sampai segitu banyak? apakah ada pembukuan yang secara terbuka (transparan) atas semua dana yang sudah masuk ke dalam keuangan negara dan untuk diumumkan kepada seluruh rakyat Indonesia berdasarkan pasal 23 ayat 1 UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945?

Kedelapan, mengapa atas penyampaian Ibu Sri tersebut seakan-akan adanya indikasi yang berkeinginan berlomba menambah utang dengan negara-negara maju?

Kesembilan, berapa besar jumlah kewajiban untuk membayar bunga utang negara ditambah cicilan utang pokok setiap tahunnya? Apakah sesuai dengan pemasukan deviden negara?

Kesepuluh, segitu banyak uang yang sudah terpakai dan terutang, digunakan untuk apa saja?

Kesebelas, apabila suatu hari negara gagal membayar utang, apa saja bentuk tanggung jawab untuk seluruh pejabat negara terkait yang saat ini sudah bekerja dan turut bekerja dengan begitu banyak melakukan penambahan utang negara?

Sebagai rakyat Indonesia yang cinta akan tanah air dan taat akan hukum, saya ingin minta jawaban dari Ibu Sri Mulyani yth dan/atau pihak Kementerian keuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia yth? Jawaban saya tunggu di muka umum atau di hadapan orang banyak agar publik dapat sama-sama mengetahuinya.

Demikian surat terbuka dari saya, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di dalam penyampaian saya ini, saya harap Ibu Sri dapat memaafkan saya dan begitu juga kepada saudara-saudara yang se-bangsa dan se-tanah air yang saya hormati juga saya meminta maaf.

Terlepas daripada semua itu, semoga apa yang saya lakukan ini semuanya dapat membawa manfaat yang positif dan lebih baik untuk dan demi kemajuan bangsa dan negara, nomor WhatsApp saya pribadi: 08128660695, HP: 081297100933.

Terima kasih

Dari: Kan Hiung alias Mr.Kan alias Afut

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply