Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » Barisan Relawan Asep Wahyu Wijaya Mengelar Konsolidasi

KAB.BOGOR – Barisan Relawan Asep Wahyu Wijaya (Balawa) menggelar konsolidasi dan Replexi Akhir tahun 2018, dengan di ikuti sekitar seribu lima ratus delapan puluh relawan. Bertempat di GOR Albadariah, tepatnya Kampung Kelapa RT 02/09 Desa Cimanggu 2 Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Minggu, (31/12/18).

Selain empat calon Legeslatif Kabupaten Bogor dari Partai Demokrat, kegiatan tersebut juga di hadiri para tamu undangan diantaranya Ketua PPK, Ketua PANWAS, Ketua MUI, Ketua ICMI, Kader PKH,KMI, KKMI Kecamatan Cibungbulang, Ketua Mathlaul Anwar Kabupaten Bogor, Muslimat NU, IGRA Kabupeten Bogor, Persatuan Guru Honor (PGH) Kabupaten Bogor.

H. Abdul Azis Sanata ketua pengurus daerah matlaul anwar Kabupaten Bogor menyampaikan, bahwa sosok Asep Wahyu Wijaya tiadak lain adalah sebagai orang tua baginya.

"Beliau sebagai Orang tua, sahabat, senior, karena selama ini beliau selalu membimbing saya, salah satunya matlaul anwar, bisi berdiri hinggga sekarang salah satunya oleh beliau," ungkap Abdul Ajis dalam sambutan

Ia menambahkan, bahwa beliau senior saya di-HMI, menjadikan sosok saya seperti ini, bahkan beliau tidak segan segan menegur saya terutama dalam menjalankan roda organisasi. Mengenai Politik Itu Indah di belakang kaos Demokrat Beliaupun memastikan bahwa tidak ada satupun Politisi yang berani menyatakan Politik itu indah, semunya pasti berbicara Politik itu Kepentingan karena berbicara Politik Itu Kepentingan, setelah kepentingannya tercapai maka dia akan lupa segalanya," tuturnya.

Dan saya memimpin organisasi di Mathlaul Anwar yang lebih memfokuskan kependidikan khususnya pendidikan agama, hanya kang Asep Wayu Wijaya yang bisa mendobrak madrasah madrasah Swasta, SMP, SMK, untuk mendapatkan bantuan," sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Ustad Zaeni selaku senior balawa mengungkapkan, bahwa dirinya tidak menyesali mendudkung Asep Wahyu Wijaya. Dari awal tahun 2014 karena hasil dari perjuangannya selalu memihak kepada masyarakat, dan beliaupun berpesan, seorang Penguasa harus mampu membuat kebijakan yang berpihak terhadap masyarakat, berpihak kepada pendidikan, agama, pertanian dan lain sebagainya," imbuhnya.

Sementara itu, Asep Wahyu Wijaya dalam Sambutanya menyampaikan, Kesempatan ini hanya bisa dilakukan lima tahun sekali. Dari awal tanggal 31 Desember 2013, ditempat yang sama, pada saat itu jumlah DPT Per TPS hanya lima ratus jadi berkumpul seribu enam ratus, hampir dari seratus satu desa balawa waktu itu. Hari ini berkumpul dengan penyampaian tiem balawa kepada saya hampir seribu lima ratus delapan puluhan, jumlah DPT semakin bertambah per TPSnya hanya Maksimal tiga ratus orang," ujarnya.

Kepada para senior, relawan balawa, yang menjadi orang pertamakali yang mengusung saya, mari kita sematkan kepada meraka perhagaan yang setinggi-tingginya.

"Tanpa meraka saya tidak akan bisa berdiri, tanpa meraka Madrasah tidak jadi tetap saya bangun, tanpa meraka, ribuan bibit tanaman tidak bisa saya tanamkan, karena meraka, banyak kebaikan-kebaikan yang telah saya tanamkan, itu semua karena mereka," tegas Asep

Menurut Asep, politisi boleh berpikir hanya untuk kepentingan partainya, tapi Negarawan dan kita belajar untuk itu berpikir untuk semuanya bukanhanya pada kelompok-kelompoknya saja dan kita belajar dari kampung kita sendiri.

Refleksi itu cermin muhasabah, ada apa dibalik desember, dibalik november, dibalik januari pebruari, ada apa dengan kondisi politik, di-elit hari ini, betapa kemudian menurut hemat saya, Pilpres itu telah banyak menggerus akal sehat ketika urusannya berhenti pada soal cebong dan kampret saja," bebernya.

Asep juga mengatakan, cebong dan kampret itu bukan politik, itu bahasa nyindir, itu menggerus akal sehat, menguras kewarasan terpikir.
Dan, saya harap balawa harus menjadi bagian dari politik akal waras di-kedepankan, politik dimana akal sehat di-kedepankan, politik dimana nalar kita dihidupkan besar-besar. Di balawa itu tidak mengenal cilok dikecapan di droop kudu aya gocapan, cilok di cabean dicolok kudu aya cepean kenapa? karena itulah yang kemudian membangkrutkan kita semuanya," pungkasnya. (Edi J)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply