Tak Bayar Ganti Rugi, Jalan R3 Akhirnya Resmi Di Tutup

Tak Bayar Ganti Rugi, Jalan R3 Akhirnya Resmi Di Tutup

Bidik Nusantara
Sabtu, 22 Desember 2018

KOTA BOGOR - Jalan Regional Ring Road (R3) di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur mulai ditutup Pemerintah Kota Bogor saat ini. Pantauan di lokasi, petugas dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan pemadam kebakaran terlihat ikut menutup jalan di kedua arah. Belum diketahui secara pasti sampai kapan penutupan jalan tersebut.

"Kita menyampaikan ke warga untuk bisa menggunakan jalur lama. Proses penyelesaian lahan ini akan berjalan cepat, sudah ada alokasi dari APBD untuk bisa dicairkan," kata Walikota Bogor Bima Arya pada awak media, Jumat (21/12/2018) malam.

Penutupan sendiri, dilakukan dengan menggunakan 7 water barrier di kedua sisi jalan. Saat penutupan, masih banyak warga dan pengendara yang belum tahu soak penutupan jalur R3. Sehingga, mereka harus memutar arah untuk mencari jalan lain.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bogor, Theo Patrocinio Freitas mengatakan, berdasarkan rapat terakhir dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, sebelumnya Pemkot tetap berupaya berkomunikasi dengan pemilik lahan agar penutupan Jalan R3 tidak terjadi.

Sebab, jalur R3 dinilai sanagt vital dan banyak dilalui pengendara. "Kami berupaya agar tahun ini tetap ada penghitungan ulang. Jadi pembayarannya diupayakan tahun depan," kata Theo.

Seperti diketahui, jalan R3 sebelumnya sempat ditutup keluarga pemilik lahan pada 15 Februari 2018 menggunakan tumpukan tanah proyek. Akibatnya jalan alternatif yang menghubungkan Bogor Utara dan Bogor Timur tidak dapat dilintasi. Namun, pada awal Maret 2018, Jalan R3 dibuka kembali setelah Pemkot Bogor melakukan pendekatan terhadap pemilik lahan.

Kali ini, penutupan Jalan R3 sesuai dengan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bogor dengan nomor perkara 64/Pdt.G/2018/PN Bogor yang tertuang dalam akta perjanjian damai tertanggal 19 September 2018.

Kuasa pemilik lahan Salim Abdullah mengatakan, dalam akta perjanjian damai pasal 12 huruf c disebutkan bahwa para tergugat, Wali Kota Bogor Bima Arya, Sekretaris Daerah Ade Sarip Hidayat, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bogor Chusnul Rozaqi harus menutup Jalan R3 yang berada di tanah milik penggugat apabila tidak dapat melaksanakan pembayaran sama sekali hingga 14 Desember 2018.

"Itu sudah sesuai dengan putusan pengadilan dan perjanjian antara pemilik tanah dan Pemkot Bogor. Ini keputusan inkrah yang harus dilaksanakan, enggak ada tawar menawar. Ini jadi cerminan bagi Pemkot Bogor, kalau tidak dilaksanakan akan menjadi keburukan dalam peradilan, karena jika tidak dilaksanakan sama saja tidak menghargai lembaga hukum," ujar Salim Abdullah.

Salim Abdullah mengatakan, jika putusan pengadilan tidak dilaksanakan, pihak pemilik lahan akan segera melayangkan somasi kepada Pemkot Bogor dan Pengadilan Negeri Bogor. Selain penutupan jalan, poin krusial dalam putusan PN Bogor yang harus dilaksanakan adalah pembayaran ganti rugi.

"Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan yaitu tanggal 14 Desember 2018 yang lalu, Pemkot Bogor tidak membayar ganti rugi, ya jalannya harus ditutup," kata Abdullah. (Ctr)