Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » Rapat Soal Interchange Gagal, Pemkot Bogor Tidak Hadir

KOTA BOGOR - Warga para pemilik lahan yang terkena imbas pembangunan interchange tol Jagorawi KM 42,5, Kampung Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, kecewa terhadap Pemerintah Kota Bogor khususnya Walikota Bogor Bima Arya dan Dinas PUPR. Karena hingga saat ini tidak membantu persoalan hilangnya akses jalan menuju ke lokasi lahan warga akibat adanya pembangunan interchange.

Hal tersebut diungkapkan para pemilik lahan usai rapat yang gagal digelar di PT Jasa Marga, Jakarta antara warga pemilik lahan, Pemerintah Kota Bogor, PT Jasa Marga, pengembang Sumarecon PT GSA dan lainnya.

"Rapat untuk membahas permasalahan yang hingga kini belum ada solusinya akhirnya batal digelar karena tidak hadinya Walikota dan Dinas PUPR.  Kami kecewa dengan tidak ada perhatiannya dari Pemkot Bogor tentang masalah ini," ucap Una perwakilan pemilik lahan.

Una menjelaksan bahwa rapat digelar di PT Jasa Marga atas perintah dari Kementrian PUPR untuk menyelesaikan kisruh hilangnya akses jalan ke lahan milik warga dan soal tapal batas. Namun dari jadwal rapat pukul 09.00, hingga pukul 10.30 WIB, pihak Walikota maupun Dinas PUPR tidak hadir, sehingga raoat dibatalkan dan di skejule ulang. Namun demikian, sebelum rapat lanjutan nanti digelar kembali, warga meminta agar dilakukan terlebih dulu pengukuran ke lokasi lahan.

"Kami berharap semua pihak mau bersama sama ke lokasi lahan untuk mengetahui soal tapal batas dan solusi akses jalan ke lahan milik warga. Selain itu, untuk menghasilkan solusi terbaik, kami berharap agar semua pihak yang memiliki otoritas hadir pada rapat selanjutnya sehingga permasalahan ini terselesaikan dengan solusi terbaik," jelasnya.

Sementara, Lurah Katulampa, Taufik menuturkan, dirinya hadir di rapat bersama perwakilan Kecamatan. Tetapi karena dinas tehnis yang berhubungan langsung soal permasalahan ini, yaitu Dinas PUPR, tidak hadir dalam rapat, maka untuk rapat ditunda dan akan kembali di skejule ulang. "Intinya rapat ini untuk mencari solusi bagaimana soal akses jalan ke lahan milik warga itu. Kami berharap ada solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan ini," harapnya. (MTH)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply