PT DAM Dinilai Permainkan Para Calon Tenaga Kerja - Bidik Nusantara

Jumat, 21 Desember 2018

PT DAM Dinilai Permainkan Para Calon Tenaga Kerja

KARAWANG - PT. Dhyza Artha Mandiri (DAM) kembali berulah dan diduga membohongi para calon tenaga kerja. Bahkan korbannya bukan hanya dari Kabupaten Karawang, melainkan dari berbagai daerah seperti Subang, Sumedang, Sukabumi, dan Lampung.


Salah seorang korban asal Lampung Oka Renaldi (21) menuturkan, sudah tiga bulan dirinya menunggu kepastian dari PT. DAM. Hari ini pihak perusahaan tersebut menjanjikan para pelamar untuk interview di PT. G Tech Indonesia Manufacturing (GTIM) di Kawasan Indotaisei Cikampek.


"Saya sudah tiga bulan menunggu tanpa kepastian dari PT. DAM, dan hari ini pimpinannya yang bernama Pak Imam Syarif Hidayat dan Pak Iip Saepudin menjanjikan kepada saya dan kawan kawan pelamar lain akan melaksanakan interviw di PT. G tech Indonesia Manufacturing ( GTIM ) Kawasan Indotaisei Cikampek," tutur Oka kepada wartawan, Jum'at (12/12/18).


Oka mengaku bahwa dirinya dan kawan-kawan lainnya telah membayar uang masing-masing sebesar Rp. 5 juta rupiah kepada PT. DAM.


"Padahal saya dan kawan - kawan pelamar lainnya sudah menyerahkan dana sebesar Rp. 5.000,000,- ( Lima Juta Rupiah ) perorang kepada PT. DAM, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan nasib kami apakah di terima bekerja di PT. GTIM atau tidak," keluhnya.


Pada kesempatan yang sama, pimpinan Yayasan CLAM Lusiana Saputra (35), yang memfasilitasi calon tenaga kerja binaannya kepada PT. DAM juga mengeluhkan ulah para petinggi di PT tersebut yang terkesan berbelit-belit tanpa kepastian.


"Kami prihatin dan kasihan kepada para calon tenaga kerja binaan kami, padahal kami sudah memberikan sesuai dengan permintaan mereka, tapi hak binaan kami belum mereka berikan," ujarnya kesal.


Lusi memambahkan, bila permasalahan ini terus berlanjut pihaknya akan mengadukan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GARDA RI agar permasalahan ini dapat di angkat ke ranah hukum. 


"Kami tidak terima bila calon tenaga kerja binaan kami tidak mendapatkan hak nya sesuai dengan janji yangdiberika oleh pihak PT. DAM," pungkas Lusi.


Sementara itu, Pimpinan PT. DAM Imam Syarif Hidayat ketika di konfirmasi melalui telepon selular pada hari Selasa 11/12/18, memberikan penjelasan untuk hari rabu pihaknya belum mendapat kepastian dari pihak perusahaan GTIM.


"Maaf pak, saya belum mendapatkan jawaban dari PT. GTIM, Pak Giri selaku pihak dari PT. GTIM belum menyetujui penempatan calon tenaga kerja yang kami ajukan. Namun data mereka sudah kami sampaikan kepada mereka," tukas Imam. (Red)
Comments


EmoticonEmoticon