Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » Mr.Kan: "Equality Before The Law" Untuk Membangun Moral Manusia

JAKARTA - Sesama manusia ciptaan "Tuhan Yang Maha Esa" harus dan wajib saling menghargai, saling membantu dan saling menghormati agar dapat menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, rukun dan sejahtera lahir dan batin.

Tuhan menganjurkan kita "Bergaullah sesama Manusia" bukan hanya bergaul sesama umat. " ungkap Pengamat Hukum dan Politik bernama lengkap Kan Hiung melaui pres rilis WhatsApp mesenger yang di terima redaksi, Jum'at (28/12/18).

Sesungguhnya kita semua manusia adalah sama walaupun ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, sama karena sama-sama insan berharga yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Ia berpendapat, satu-satunya cara yang mendasar dan utama untuk membangun moral, prilaku dan karakter yang baik untuk manusia.

"Membuat berbagai aturan hukum sesuai dengan norma-norma yang berlaku dan dengan rasa keadilan bersumber dari ilmu pengetahuan dan gejala manusia dalam masyarakat, sosiologi hukum, antropogi hukum, perbandingan hukum, sejarah hukum, politik hukum, psikologi hukum, filsafat hukum dan sebagainya," tuturnya.

Dirinya juga mengajak untuk menerapkan dan melaksanakan aturan hukum yang berlaku sesuai dengan prinsip *"Equality Before The Law"* atau "Persamaan di hadapan Hukum" sesuai dengan judul buku yang ditulis oleh Prof. Dr. Ramly Hutabarat S.H., M.Hum.

Menurutnya, di dalam suatu negara jangan sampai terjadinya "praktik hukum pilih kasih". Seperti penulisan yang ada di depan gerbang Universitas ternama di dunia Harvard di Amerika Serikat, bahwa "Jika Hukum Terjadi Pilih Kasih Maka Negara dan Bangsa Pasti Hancur"

Menegakkan aturan hukum dengan pelaksanaan berdasarkan prinsip "Equality Before The Law" juga untuk menjamin perlindungan "Hak Asasi Manusia" baik secara individu maupun kelompok.

"Suatu negara jika hanya mengandalkan kaidah agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan saja tidak akan dapat menjamin perlindungan hak asasi manusia dan moral manusia yang baik." paparnya.

Di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sudah banyak contoh "Manusia melanggar sumpah".

Pada intinya setiap manusia harus ada rasa takut yang maksimal jika ingin melakukan suatu kejahatan dan/atau tindakkan yang dapat merugikan orang lain dan/atau negara.

"Apabila bagi mereka yang berniat tidak baik dan tidak ada rasa takut, maka moral mereka akan mudah bergejolak, sekali sampai dua kali moral manusia bergejolak, maka selanjutnya kesalahan yang diperbuat akan dianggap kebenaran dan akan menjadi contoh kepada sekitarnya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. " pungkas Mr. Kan.(*)


Sumber Rilis : Mr.Kan Pengamat Hukum dan Politik

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply