Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » Empat Tahun Beroprasi, Pabrik Tahu Tak Berizin Diduga Cemari Lingkungan

KAB.BOGOR - Sebuah pabrik tahu di Kampung Cibungbulang Desa Cimanggu II, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, diduga mencemari lingkungan. Selain menimbulkan aroma kurang sedap dari limbah dan asap menyesakan, serta mencemari air yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat.

Seperti yang di ungkapkan salah seorang tokoh masyarakat setempat, terciumnya bau hasil proses pembuatan tahu menunjukkan sistem pengolahan limbah yang diduga kurang sempurna, apalagi Asapnya mengganggu sekali. Bahkan, berdirinya pabrik tahu itu sudah kurang lebih 5 tahunan belum memiliki ijin dari RT maupun RW.

"Baru kali ini ada yang komplain terhadap limbah tahu itu, oleh karena itu diperlukan evaluasi terhadap pabrik tersebut sehingga dapat dilakukan perbaikan terhadap pengolahan limbah agar masyrakat yang berada di sekitar lingkungan pabrik tahu tidak merasakan dampak pencemaran dari limbahnya," tutur Komar selaku ketua RW setempat.

Dari keterangan yang dihimpun, dalam proses pengolahannya pabrik tersebut menghasilkan berbagai limbah, baik limbah padat maupun cair. Limbah padat dihasilkan dari proses penyaringan dan penggumpalan ini kebanyakan oleh pengrajin dijual dan diolah menjadi tempe gembus, kerupuk ampas tahu, pakan ternak, dan diolah menjadi tepung ampas tahu yang akan dijadikan bahan dasar pembuatan roti kering dan cake.

Sedangkan limbah cair yang dihasilkan dari proses pencucian, perebusan, pengepresan dan pencetakan tahu lebih banyak.

"Limbah cair tahu dengan karakteristik mengandung bahan organik tinggi dan kadar BOD, COD yang cukup tinggi pula, jika langsung dibuang ke saluran air, jelas sekali akan menurunkan daya dukung lingkungan. Karena itu, industri tahu memerlukan suatu pengolahan limbah yang bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang ada," ungkap Aripin, selaku pemerhati Lingkungan Kabupaten Bogor.

Menurutnya, pengolahan limbah yang sudah ada tersebut, tentunya harus dikelola dengan baik dan dipelihara secara rutin. Hal itu memerlukan perhatian dari berbagai pihak terkait terutama Pemerintah dan pemilik pabrik tahu. 

"Hal ini penting, agar proses pengolahan limbah tetap berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal. Dari berbagai teknologi pengolahan limbah yang sudah ada, maka akan dilakukan kajian untuk mengetahui teknologi pengolahan limbah tahu yang efektif dan efisien beserta kelebihan dan kekurangan juga dampaknya terhadap masyarakat serta lingkungan sekitar pabrik tersebut," tambah Aripin. 

Saat awak media beserta pemerhati lingkungan melakukan konfirmasi terkait perizinan, Senan selaku Kepala Desa Cimanggu II mengakui bahwa pabrik yang berdiri sejak 4 tahun tersebut memang belum melengkapi perizinannya.

"Ijin lingkungan dan ke pihak desa itu tidak ada ijin sejak berdiri sekitar empat tahun. Memang dulu tidak ada penghuni rumah disekitar pabrik itu, namun setelah ada rumah disekitar pabrik itu baru terjadi komplain terhadap dampak limbah," terangnya.

Ia berjanji akan melakukan teguran kepada pemilik pabrik dan mencarikan solusi untuk menanggulangi limbah pabrik tersebut. "Ya, intinya nanti dari kami akan mengadakan tegoran dulu terhadap pemilik pabrik itu dan mencari solusi bagaimana caranya menanggulangi limbah tahu itu kalau pun pemilik pabrik tahu ingin melanjutkan usahanya," tegas Senan.

Senanda dengan kepala desa, Camat Cibungbulang Yudi Nurjaman SH mengatakan akan menindaklanjuti permasalahan limbah tersebut. 

"Kami akan tindak lanjuti permasalahan Dampak Limbah tahu ini, jika kepala desa tidak mampu menyelesaikan maka kami akan turun langsung ke lokasi," tegasnya.

Reforter : MyEd

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply