Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » Dishub Kota Bogor Pending Angkot Modern, Organda: Ini Berdampak Gagalnya Rerouting Angkot

KOTA BOGOR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk memberhentikan sementara Angkot Modern yang mengaspal di Trans Pakuan Koridor (TPK) 4. 

Sampai waktu yang belum ditentukan, Angkot Modern tidak boleh beroperasi sesuai permintaan para sopir yang telah melakukan aksi demo beberapa waktu lalu.

"Dipending ini, bukan keinginan mereka yang tidak mau jalan, tetapi kebijakan dari Dishub Kota Bogor. Namun, nanti minggu depan harus sudah berjalan kembali hanya saja belum ditentukan tanggalnya," ucap Kabid Angkutan Dishub Kota Bogor, Jimmy Hutapea, Jumat (2/11/18).

Jimmy mengatakan, karena ini program Pemerintah Kota Bogor dalam konversi angkot tiga banding dua (3:2), jadi harus tetap berlanjut. 

"Dishub hanya tinggal menyesuaikan saja sepanjang program itu masih sesuai dengan program kami. Masukan - masukan yang diberikan para sopir pun tidak sertamerta kami terima mentah - mentah, melainkan akan ditelusuri dahulu seperti apa substansi dari permintaan mereka," ungkapnya.

Jimmy mengaku, sampai saat ini pihaknya belum bisa secara jelas mendapat informasi yang utuh terkait seperti apa substansi penolakan para sopir. 

Namun, menurutnya, jika berbicara sejak beroperasinya Angkot Modern di TPK 4 kemudian pendapatan para sopir lain menurun drastis itu tidak mungkin, karena Angkot Modern ini baru satu hari beroperasi dan itu hanya baru tiga unit kendaraan.

"Masa iya dampaknya begitu besar terhadap seluruh angkot yang berada di TPK 4 dan saya melihat pun di TPK 4 penumpangnya tidak terlalu banyak," imbuhnya.

Masih kata Jimmy, substansi para sopir yang melakukan demo ini tidak hanya karena penurunan pendapatan, mungkin ada hal - hal lain atau pokok utama untuk penolakan. Intinya mereka itu tidak mau berubah. 

"Masalahnya disini ada orang - orang yang tidak mau berubah karena sudah nyaman di trayek angkot jurusan 01 maupun 09. Sedangkan di TPK 4 ini trayek itu sudah tidak ada, harusnya para sopir ini menarik dari Ciawi sampai Ciparigi bukan dari Ciawi ke Sukasari maupun dari Sukarasi ke Ciparigi," tegasnya.

Lebih lanjut, Dishub pun tidak bisa menjamin pada saat Angkot Modern nanti kembali berjalan tidak akan mengalami kejadian sebelumnya seperti di demo oleh para sopir.

"Kami tidak bisa menjamin apa yang sudah terjadi kemarin tidak akan terjadi kembali, karena kita paham setiap program pasti ada pro dan kontra. Jadi walaupun hal itu terjadi tidak apa - apa, kita harus menghargai setiap perbedaan pendapat. Tetapi, kami berupaya bagaimana melindungi setiap badan hukum yang melaksanakan program ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Organda Kota Bogor, M. Ishack Ar menyayangkan adanya kebijakan Dishub Kota Bogor yang memberhentikan sementara Angkot Modern. Bahkan menurutnya, tindakan tersebut berdampak gagalnya program rerouting. 

"Kami perihatin atas dipendingnya Angkot Modern di TPK 4. Padahal, sekarang ini waktunya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengusaha dalam melaksanakan usahanya karena mereka juga sudah memenuhi persyaratan usaha atau izin beroperasi seperti memiliki STNK, ijin trayek dan uji KIR," terangnya.

Ishack menuturkan, ketika Dishub mengeluarkan izin trayek terhadap kendaraan terutama Angkot Modern, seharusnya Dishub bisa melindungi, jangan hanya menuntut untuk berjalan saja. 

Angkot Modern ini, tambahnya, harus tetap berjalan karena yang namanya angkutan jika sudah memiliki izin trayek, STNK, uji KIR dan lainnya, itu wajib mengangkut penumpang. Jika tidak dilaksanakan bisa dicabut izin trayeknya. 

"Sekarang jika ada hambatan demikian, Dishub harus bisa mempertanggung jawabkan. Jika tidak mampu melakukan pengamanan seharusnya meminta bantuan dari pihak kepolisian. Seperti kemarin saja adanya aksi dari para sopir, pihak lepolisian tidak ada dilokasi. Nah ini akibat lemahnya koordinasi antara Dishub dengan pihak kepolisian," pungkasnya. (MTH)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply