Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » Diduga Palsukan Tandatangan BPD Oknum Kades Di Polisikan

Foto : istimewa
OKU - Kepala Desa (Kades) Desa Tangsi Lontar, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten OKU Sumatera Selatan berinisial SR dilaporkan kepada pihak yang berwajib akibat dugaan pemalsuan stemple dan tanda tangan Badan Permusyawarahan Desa (BPD) yang digunakan untuk berita acara pengajuan laporan APBdes perubahan, pada 1 Oktober tahun anggran 2018.

Oknum Kades ini dilaporkan ke Mapolres Baturaja (OKU) oleh ketua BPD Tangsi Lontar, Kecamatan Pengandonan Indra Mulyadi (41) di dampingi Jasa Hardi sebagai Kepala DPC OKU Dari Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (LI BAPAN), melalui surat dengan No. 04-004 / LI BAPAN / XI / 2018. Yang mana surat diserahkan langsung kepada Kapolres OKU pada tanggal 1 November 2018 lalu.

Indra Mulyadi, selaku ketua BPD desa tangsi lontar yang juga anggota LI BAPAN OKU menuturkan, selain melaporkan adanya dugaan pemalsuan tanda tangan dan stempel, dirinya juga melaporkan SR yang kedua kalinya untuk menindak lanjuti laporan masyarakat di Desa Tangsi Lontar OKU terkait belum dibayarnya uang intensif beberapa perangkat Desa, TPA beserta sejumlag guru PAUD.

"Adapun laporan pertama tentang dugaan pemalsuan stempel dan tanda tangan saya sendiri selaku Ketua BPD, yang seharusnya saya bertanda tangan dan memberikan stempel pada laporan berita acara APDes perubahan, pada tanggal 1 Oktober 2018 lalu. Tetapi begitu saya lihat bukan tanda tangan saya, melainkan anggota BPD kami atas nama Ferdian Johansya," tutur Indra.

Memurutnya, setelah ditanyakan kepada anggota BPD tersebut, yang bersangkutan malah mengatakan bahwa dirinya pun tidak mengetahui hal itu.

"Sedangkan, untuk laporan yang kedua yakni tentang belum dibayarnya uang intensif para Guru Paud, TPA termasuk perangkat Desa Kadus untuk triwulan ke 2 dan ke 3 belum dibayar, laporan kami tujukan kepada Bupati OKU dengan tembusan Kapolres Kabupaten Ogan Komering Ulu," ungkapnya.

Sementara itu, Jasa Hardi memaparkan bukti laporan yang di disampaikan diantaranya bukti pembanding yang dipalsukan, selanjutnya bukti ke absahan bahwa Indra Mulyadi ini memang benar masih Ketua BPD aktif.

"Sebagai pelapor, Indra Mulyadi pun sudah satu kali dipanggil oleh pihak Kepolisian untuk melengkapi semua syarat yang dimaksud. Tinggal kini selanjutnya kita menunggu pemanggilan untuk terlapor yakni Kades tersebut," tikasnya. (BANG)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply