Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » Mr.Kan : Mengapa Ratna Berbohong Tapi Prabowo Dkk Jadi Terlapor ?

JAKARTA - Pengamat Hukum dan Politik Mr. Kan memberikan komentar atas pelaporan kasus kebohongan publik yang dilakukan saudari Ratna Sarumpaet.

"Berdasarkan pengamatan saya, dari segi nalar hukum, sepatutnya pelapor memasukkan nama terlapor adalah sodri Ratna Surumpaet dan turut terlapor adalah orang yang pertama kali menyebarkan berita kebohongan tersebut, bukan yang lainnya," ungkap Kan Hiung dalam peres rilisnya lewat pesan singkat WhatsAp mesenger kepade Redaksi. Kamis, (03/10/18).

Ia menegaskan, Hal ini berdasarkan UU ITE yang dicari dan dijerat adalah orang yang membuat dan orang yang pertama menyebarkan perbuatan tindak pidana

"Didalam kasus ini sudah sangat jelas pelaku utama yang membuat kebohongan publik adalah sdri.Ratna Sarumpaet, saya merasa agak lucu ada dua buah laporan yang beredar justru terlapornya adalah Bapak Prabowo Subianto yth, Bapak Fadli Zon yth dan nama-nama lainnya selain sdri.Ratna Sarumpaet," tegas Mr Kan.

Pria bernama lengkap Kan Hiung itu juga menanyakan, terkecuali para pelapor memiliki dasar minimal dua barang bukti untuk orang yang diduga pertama kali menyebarkan kebohongan tersebut, ini sudah ada belum?

"Saya kira dalam kasus ini sepatutnya kita serahkan ke ranah tugas POLRI bagian analisis cyber patroli ITE yang dapat mencari dan memastikan siapa orang yang pertama menyebarkan berita kebohongan yang dibuat oleh sdri.Ratna Sarumpaet ?," pintanya.

Dan juga selebihnya dari itu saya kira belum patut dimasukkan sebagai nama-nama turut terlapor, karena untuk menjerat pihak-pihak yang diduga turut melakukan perbuatan tindak pidana harus berdasarkan pasal 55 KUHP dan atau pasal 56 KUHP," sambung Mr Kan.

Lebih lanjut Mr Kan memaparkan, di dalam kedua pasal tersebut dijelaskan dan disebutkan serta ditegaskan harus memenuhi unsur-unsur pidana untuk" pihak-pihak yang turut melakukan perbuatan dugaan tindak pidana sudah dengan sengaja ". Apakah sudah tercukupi unsur-unsur tersebut ?

Dan juga Apakah pelapor sudah mengetahui dan memiliki dasar minimal dua barang bukti yang kuat bahwa nama mereka yang sudah disebutkan kedalam bagian turut terlapor dan atau sudah punya dasar dugaan adanya unsur dengan sengaja membantu melakukan atau menganjurkan melakukan atau menyuruh melakukan dan atau memfasilitasi dalam perbuatan kebohongan yang dilakukan oleh saudari Ratna Sarumpaet ?

Nah berdasarkan pengamatan saya, saya memperkirakan nama-nama yang disebut sebagai turut terlapor itu semuanya kemungkinan besar belum dapat dituding sejauh itu. Karena saya melihat lebih pantas sementara waktu mereka dimasukkan sebagai saksi-saksi," paparnya.

Karena, masi kata dia, dalam perkara ini setelah diuji nanti, maka mereka yang disebut turut terlapor bisa jadi juga sebagai pihak - pihak yang akan mengklaim sebagai korban kebohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet.

Kemudian satu hal yang harus dipahami, Dalam hal ini, jika pelapor tidak memiliki barang bukti sedemikian cukup seperti yang tertulis didalam pasal 55 KUHP dan pasal 56 KUHP, maka pelapor juga berpotensi menanggung resiko dan mendapatkan pelaporan balik dengan berdasarkan pasal 310, pasal 311 dan atau pasal 317 KUHP dari pihak yang merasa dirugikan. Apabila nama mereka yang disebut turut terlapor tidak merasa turut melakukan perbuatan kebohongan publik yang dilakukan oleh sdri.Ratna Sarumpaet," imbuhnya.

Didalam kasus ini, menurut pengamatanya, khusus yang menyangkut pasal 55 dan atau pasal 56 KUHP lebih ke ranah hak nya para penyidik POLRI yang berwenang, nanti penyidik akan melakukan penyelidikan apakah dalam kasus ini masih ada pihak-pihak lain yang turut serta melakukan perbuatan tindak pidana selain. Ratna Sarumpaet ?

Untuk itu harapan saya, dalam kasus kebohongan ini, saya sebagai rakyat Indonesia yang taat hukum merasa wajib mendukung pihak POLRI untuk mengungkap kasus ini sampai terbuka seterang - terangnya," harapnya.

Dan terakhir harapan dari saya, sambung dia, pelapor dapat lebih bijak dalam melakukan pelaporannya.

"Mengapa Ratna Sarumpaet yang berbohong Tapi Prabowo Subianto dan kawan-kawan yang dijadikan nama-nama terlapor ?," pungkasnya.

Sumber Rilis : Mr.Kan Pengamat Hukum Dan Politik.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply