Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » Eddy Soeparno: Kaum Milenial Memikili Daya Nalar Untuk Menangkal Hoax

KOTA BOGOR - Jaringan Pemuda Millenial (JPM) menyelenggarakan diskusi publik bertemakan peran generasi milenial menangkal hoax, Jumat (26/10/18).

Diskusi yang berlangsung di Warunk Up Normal, Jalan Raya Pajajaran No.13, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Sekjen DPP PGK, Riyan Hidayat, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor, R. Muhammad Mihradi, SH., MH., Pebisnis dan politikus, Eddy Soeparno, Koordinator BEM Se-Bogor, Iqbal Habibi, dan Ketua Umum HMI Komisariat Universitas Pakuan Bogor periode 2018-2019, Sofwan Ansori.

Salah satu narasumber sekaligus pebisnis dan politikus, Eddy Soeparno mengatakan, kaum milenial ini rata - rata kritis dan terdidik. Menurutnya, mereka memiliki daya nalar yang sangat tajam sehingga harus segera dimanfaatkan, jangan serta merta mempercayai berita yang timbul di media jangan hanya karena berita tersebut unik atau menarik.

"Saya kira kaum milenial ini mempunyai kemampuan untuk benar - benar dapat melakukan kajian atas sebuah berita bahkan mampu untuk menyatakan bahwa sebuah berita itu hoax dan disampaikan kembali kepada teman - temannya sehingga berita yang berdampak negatif itu tidak sampai tersebar lebih luas," ucapnya.

Eddy yang juga merupakan caleg DPR RI dapil Jabar III (Kota Bogor - Kabupaten Cianjur) dari PAN menuturkan, hoax itu ada tengah - tengah masyarakat, bahkan sekarang hoax diciptakan oleh orang - orang yang merasa hoax itu menjadi industri tersendiri. Sebuah industri yang tidak arif dan bijak untuk dikembangkan. 

"Oleh karena itu, caranya kita untuk memberantas hoax adalah dengan memotong bahwa hoax itu sebagai sarana untuk mencari uang sehingga kita harus memiliki kemampuan terutama kaum milenial untuk ikut berperan sebagai agen yang dapat meredam bahkan memberantas hoax," ungkapnya.

Sementara, terkait kampanye bersih, Eddy mengaku sudah sampaikan kepada kader - kader PAN bahwa saat ini semua kader harus bertarung itu dengan gagasan yang memcerdaskan dan mencerahkan. 

"Jangan kita hanya mencari popularitas  elektabilitas atau mencoba menghalalkan segala cara terutama untuk duduk di kursi legislatif maupun eksekutif," tegasnya.

Mau bagaimanapun, lanjutnya, berdemokrasi ini bukan hanya untuk menduduki sebuah posisi, tetapi berdemokrasi itu untuk mendidik seluruh masyarakat bahwa berdemokrasi bermanfaat bagi mereka.

"Jangan sampai demokrasi ini hanya dianggap sebagai hingap bingar sehingga banyak yang mengatakan bahwa demokrasi tidak cocok sehingga kita kembali ke masa lalu," katanya.

Eddy menambahkan, masa lalu itu sudah tidak bisa diberlakukan karena semua orang mempunyai hak dan ingin di dengar. Jadi itulah salah satu cara dirinya untuk berkampanye secara bersih, baik, santun dan beretika.

"Terlebih saat ini kita melihat masalah di negara ini terkait kerukunan yang tidak pernah menjadi masalah, kini menjadi masalah. Oleh karenanya, kita ingin mencoba untuk berpartisipasi melalui kampanye yang tidak harus beradu tetapi bisa dilakukan secara baik dan beretika," pungkasnya.(MTH)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply