Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » Belum Berakhir, Kasus Angkahong Bisa Diambil Alih KPK

KOTA BOGOR - Acara diskusi publik terbuka NgobrasSTS (Ngobrol Santai Bareng STS) kali ini masih membahas terkait dikeluarkannya Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) Perkara Angkahong.

Diskusi yang menghadirkan ahli hukum yakni dosen fakultas hukum dari Universitas Indonesia (UI) Junaedi, S.H.,M.S.i.,L.L.M., berlangsung di Savana Camp, Kecamatan Bogor Barat, Rabu (11/10/2018).

Dalam diskusi ini, Junaedy menilai Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang memegang kasus ini harus lebih berhati-hati dalam mengeluarkan SP3.

"Dia (Kejati) harus lebih hati-hati lagi dalam penghentian penyidikan itu karena melihat bagaimana penjelasan dalam putusan itu sebenarnya mengafirmasi apa yang ada dalam surat dakwaan," katanya.

Pertanyaan pun datang dari penonton yang hadir dalam diskusi hangat itu, salah satunya bertanya mengapa SP3 terlihat mudah untuk dikeluarkan, sebab untuk mengeluarkan sprindik sendiri minimal harus ada dua alat bukti. Apakah ada faktor teknis hukum atau diluar teknis hukum.

Junaedy pun memberikan pandangan terhadap hal ini, bahwa sprindik ada dua jenis (umum dan khusus) jadi menurutnya sprindik yang pertama kali dikeluarkan adalah sprindik umum, sehingga untuk mengeluarkan SP3 sah-sah saja jika memang tidak ditemukannya unsur pidana.

"Jangan-jangan sprindik yang ada lebih dari satu dan itu tidak di perjelas. Karena Untuk menetapkan orang menjadi tersangka minimal ada 2 alat bukti dan adanya keyakinan dari penyidik serta sudah dipanggilnya calon tersangka minimal satu kali," jelasnya.

Junaedy melanjutkan, bahwa SP3 yang dikeluarkan Kejati Jabar bukanlah akhir dari kasus ini, karena KPK masih bisa mengambil alih kasus ini sesuai dengan UU KPK no. 8,9 dan 11.

"Mungkin saja ini untuk diambil alih KPK dengan adanya laporan masyarakat bahwa dengan penghentian ini apakah memang ada unsur yang disebutkan tadi (ketidakmauan dan ketidakmampuan) Kejati Jabar dalam mengungkap kasus ini," tegasnya.

Jadi nanti laporan masyarakat itu akan menjadi acuan dan juga kalau selanjutnya ada sprindik baru, tambahnya, lalu masyarakat juga membuat laporan ke KPK, sprindik itu akan menjadi atensi KPK dan selanjutnya itu bisa di ambil alih.

Diakhir acara STS selaku pembawa acara (Host) menyimpulkan bahwa kasus angkahong ini masih belum berhenti sampai disini dan warga Bogor membulatkan tekad dan bersuara untuk mengawal kasus ini sampai akhir. (MTH)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply