Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » Baru Sehari Mengaspal, Angkot Modern Sudah Di Demo Sopir Angkot Konvensional

KOTA BOGOR - Baru saja satu hari mengaspal, angkot modern langsung di demo oleh para supir angkot konvensional. Puluhan supir angkot 21 jurusan Ciawi-Baranangsiang dan angkot 09 jurusan Sukasari-Warung Jambu, melakukan aksi demo di halaman kantor Dishub Kota Bogor, Jalan Raya Tajur, Selasa (30/10/18).

Aksi demo yang dilakukan para supir angkot itu terkait dioperasikannya angkot modern di TPK 4 jurusan Ciawi-Ciluer. Para supir angkot menolak angkot modern karena banyak permasalahan yang belum diselesaikannya.

Ketua KKSU 21 Ahmad Jen menegaskan, sampai saat ini belum selesai permasalahan jalur trayek dari program rerouting angkot. Banyak juga pengusaha angkot yang belum mampu melakukan konversi angkot, tapi Dishub sudah memaksakan angkot modern diopersionalkan.

"Kami minta angkot modern tidak di operasionalkan dulu. Pokonya hentikan aktifitas angkot modern di TPK 4," tegasnya.

Berbagai permasalahan yang belum diselesaikan diantaranya, kendaraan AKDP yaitu angkot jurusan Sukasari-Cicurug, Sukasari-Cisarua, Sukasari-Cibedug, yang berasal dari Kabupaten Bogor, jangan masuk ke wilayah jalur Kota Bogor.  Angkot angkot itu harus berhenti di Ciawi. "Kalau angkot AKDP itu tidak berhenti di Ciawi dan tetap masuk ke Kota Bogor, maka supir angkot tetap akan memboikot dioperasionalkannya angkot modern," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Organda Kota Bogor, Ishack mengatakan, para sopir angkot konvesional mendatangi kantor Dishub untuk menyampaikan keluhan bahwa dengan adanya Angkot Modern di  TPK 4, mereka merasa dirugikan.

"Mereka ingin Angkot Modern di pending dulu untuk tidak beroperasi," imbuhnya.

Senada, Kasi Angkutan Dalam Kota, Ari Priyono membenarkan adanya keluhan dari para sopir konvensional. Namun, Ari mengaku, semua sudah selesai dan akan ada pertemuan lanjutan.

"Keluhannya sama seperti sebelumnya, ada informasi yang terputus terkait program penataan angkutan kota, dan memang pendapatan di angkot sedang dalam titik nadir terendah. Jadi akan mudah menggejolak di lapangan," pungkasnya. (MTH)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply