Pemkot Bogor Siap Luncurkan Angkutan Moderen - Bidik Nusantara

Senin, 17 September 2018

Pemkot Bogor Siap Luncurkan Angkutan Moderen

KOTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor siap mendukung dan membantu hadirnya transportasi angkutan umum (angkot) modern yang dikeluarkan oleh Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (KODJARI).

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor, Rakhmawati mengatakan, kesiapan KODJARI untuk menjalankan angkot modern tentu akan didukung oleh pemerintah seperti sosialisasi kepada masyarakat, termasuk percepatan persurataannya.

"Angkot modern ini kendaraan baru, jadi harus membuat surat - suratnya mulai dari STNK, BPKB hingga surat laik jalan, dan itu semua tentu akan dibantu dan dipercepat prosesnya. Jadi hal - hal seperti itu bantuan yang diberikan oleh dinas untuk mensupport KODJARI," ucap Rakhmawati usai melakukan upacara Hari Perhubungan Nasional ke-47 tingkat Kota Bogor 2018 di lapangan Dishub Kota Bogor, Senin (17/09/2018).

Tidak hanya KODJARI, lanjutnya, badan hukum lain pun jika sudah siap akan didukung juga oleh pemerintah agar segera terlaksana. Dari rencana 120 unit angkot modern, nanti tidak hanya dari badan hukum KODJARI, melainkan akan ada dari badan hukum lainnya. 

"Jadi dari semua badan hukum yang ada, Kodjari lah yang baru siap dengan menyediakan 27 unit angkot modern," jelasnya.

Untuk memenuhi target 120 unit angkot modern, Rakhma mengaku, hal itu tergantung dari badan hukumnya karena harga satu unitnya cukup tinggi sehingga tergantung kemampuan mereka (badan hukum/koperasi, red). 

Namun, dirinya berharap karena saat ini mereka sudah mulai terpancing, jadi jika mereka tidak segera tentu mereka akan kalah dengan adanya angkot yang baru ini.

"Sekarang ini mereka masih saling menunggu, siapa yang sudah siap duluan. Nah, saat ini sudah ada KODJARI yang duluan dan siap. Jadi saya yakin setelah yang 27 unit angkot modern ini beroperasi, nanti akan cepat penambahan - penambahannya dari badan hukum lainnya sehingga bisa memenuhi 120 unit," ujarnya.

Rakhma menambahkan, dari 20 unit angkot modern yang saat ini sudah ada dari KODJARI, ada 10 unit surat - suratnya sudah lengkap dan laik jalan, sedangkan sisanya masih dalam proses karena masih ada kekurangan administrasi. "Insya Allah, minggu - minggu ini surat - surat yang masih diproses akan segera selesai dan kami akan kirim langsung ke Samsat," katanya.

Lebih lanjut, saat ditanyai terkait harga pasti satu unit angkot modern dengan nominal yang cukup tinggi, Rakhma mengaku tidak mengetahui harga pastinya. Namun, jika memang harga tersebut memberatkan masyarakat yang ingin mengkonversi angkotnya di TPK 4, bisa berpindah ke feeder. Tidak lagi berada di jalur koridor TPK 4. 

"Dari awal komitmennya di TPK 4 akan dikonversi. Jadi jika mereka ada yang keberatan atau tidak sanggup, yaa mereka bisa pindah ke feeder, tidak masuk koridor lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menegaskan, angkot modern ini menjadi prioritas utama dan harus berjalan. Makanya, dengan adanya angkot modern ini menjadi langkah awal berjalannya konversi angkot di TPK 4.

"Jika semua itu sudah berjalan dengan baik, nanti tahun depan TPK lainnya akan mengikuti. Jadi saya minta Dishub Kota Bogor untuk benar - benar fokus dengan konversi angkot ini. Terutama dalam aspek sosialisasinya sehingga warga bisa tahu bahwa ini kita on the track, ini bagian dari rencana besar grand design untuk konversi yang sedang berjalan," imbuhnya.

Terkait subsidi angkot modern, Bima menuturkan, saat ini belum ada subsidi karena angkot modern ini dari KODJARI sendiri.

"Dalam hal ini, ada yang disubsidi dan ada juga yang tidak. Jika disubsidi berarti berlakulah Standar Pelayanan (SP) minimal dan sebagainya. Nah tahun depan baru diberikan subsidi," tuturnya.

Namun demikian, Bima meminta kepada KODJARI untuk memperhatian hal - hal seperti sopirnya berseragam, berhenti tidak sembarang, dan lain sebagainya. "Jadi walaupun tidak beri subsidi, tapi KODJARI sudah mulai mengikuti sistem yang akan kita bangun mulai tahun depan," tandasnya. (MTH)
Comments


EmoticonEmoticon