Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » MR. KAN : Pelaku Persekusi Dapat Dijerat Pasal Berlapis

JAKARTA - Beredarnya video rekaman di berbagai jejaring sosial yakni, sekelompok orang yang melakukan tindakan memberhentikan orang yang mengenakan kaos bertulisan #2019 GANTI PRESIDEN menjadi perhatian dari salah satu pengamat Pengamat Hukum dan Politik, Mr. Kan.

"Perlakuan tersebut tanpa hak dan tanggungjawab secara tiba-tiba dijalan raya sekelompok orang itu dengan cara memaksa orang yang dihentikan untuk membuka baju kaos yang dipakai, merobek kaos orang lain, hal ini jelas suatu unsur tindakan kekerasan dan atau prilaku premanisme yang tidak beradab," uangkap pria benama lengkap Kan Hiung melalui Pers rilis yang diterima Redaksi, Minggu, (02/09/18).

Ia mengatakan, menurut pengamatan secara hukum, para pelaku tindakkan kekerasan tersebut semuanya dapat dijerat pasal berlapis sesuai penyampaian Kapolri Tito Karnavian, bawa pelaku persekusi dapat dijerat pasal berlapis.

"Saya melihat perbuatan tindakkan kekerasan tersebut semuanya sudah memenuhi unsur persekusi dan perampasan hak seseorang. Dan, saya lihat bukan hanya persekusi lagi, namun pelaku juga dapat dijerat pasal pengrusakan, UU HAM, perbuatan tidak menyenangkan, undang-Undang No.9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum," paparnya.

"Saya kira pihak korban yang memakai kaos # 2019 GANTI PRESIDEN akan merasa diancam dan diteror, sehingga korban pasti merasa ketakutan dan merasa trauma," imbuhnya.

Ia menegaskan, pseperti diketahui pihak MABES POLRI sudah pernah menyampaikan, bawa POLRI tidak melarang dengan adanya atribut #2019 Ganti Presiden.

"Kalaupun sekaligus jika dilarang, yang tertibkan bukan preman atau pihak-pihak yang tidak punya hak dan tanggug jawab. Pihak POLRI kan, sebagai pihak aparatur penegak hukum di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, saya sangat berharap POLRI dapat bertindak tegas, cepat dan adil," pintanya.

Mr. Kan menambahkan, jika pihak POLRI terlambat menangani dan atau menertibkan kasus tindakkan kekerasan seperti yang ada didalam rekaman video yang tengah viral, di khawatir hal ini akan menjadi liar dan berpotensi terjadinya perpecahan sesama saudara-saudari yang se-bangsa dan se-tanah air.

"Saya kira pihak POLRI tidak bisa diam atau membiarkan segala bentuk tindakkan kekerasan yang terjadi didalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serya sudah sepatutnya pihak POLRI segera menertibkan agar ada efek jera bagi semua pihak pelaku tindakkan kekerasan," pungkasnya. (Red)


Sumber Rilis : MR. KAN

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply